BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat sedang merawat melon di Greenhouse Melon Hidroponik milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Mereka tampak berbagi tugas; ada yang memotong daun atau ranting yang mati; ada pula yang memeriksa kualitas melon yang bergelantungan.
Salah satu orang itu adalah Arif. Di sela-sela bekerja, ia bersedia menjelaskan kebun melon seluas 300 meter persegi itu. Di sana, pihaknya menanam 700 melon jenis kimoji.
“Melon ini jenisnya terkenal lebih unggul, karena rasanya lebih manis, dagingnya tebal, padat, kenyal, dan lebih berair,” katanya pada betanews.id, Senin (20/2/2023).
Meskipun terbilang baru tiga bulan, Greenhouse Melon Hidroponik di Rejosari ini rencananya bakal dijadikan agrowisata yang cocok untuk keluarga. Arif menambahkan, pengunjung nantinya akan diajarkan bagaimana mengenal metode hidroponik dan menikmati melon langsung dari kebunnya.
“Untuk saat ini konsep agrowisata dan pemasaran memang masih direncanakan, tapi untuk agro kedepannya akan ada,” imbuhnya.
Arif menerangkan, mengembangkan buah lewat metode hidroponik tidaklah mudah. Agar menghasilkan panen yang maksimal, memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam perawatannya.
Baca juga: Bingung Liburan ke Mana? Wisata Petik Jambu Kristal di Demak Ini Bisa Jadi Pilihan Menarik Lho
“Untuk perawatan memang harus cek pH air setiap hari. Karena bisa saja ada jamur yang ikut saat pengairan. Tapi mengenai hambatan kerugiannya kecil 5-10 persen saja,” terangnya.
Greenhouse Melon Hidroponik di Rejosari saat ini masih dalam pengembangan. Ke depannya, tanah desa lainnya juga dimanfaatkan untuk menambah pembangunan kebun Melon dengan jenis yang beragam.
“Untuk saat ini masih satu jenis, mungkin ke depannya bakal ada jenis lainnya. Karena satu greenhouse ini cuman bisa ditanami satu jenis saja,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

