BETANEWS.ID, KUDUS – Menikmati agrowisata Kebun Nanas Nusantara di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus bisa menjadi salah satu pilihan tempat liburan untuk keluarga. Apalagi, suasana alam yang masih asri dan jauh dari polusi kota.
Menurut Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sido Makmur Sejahtera Rubiyanti, pada lahan seluas 1 hektare itu terdapat 16 jenis buah nanas dari berbagai tempat di Indonesia. Seperti, nanas merah, nanas hutan, nanas madu, dan lain-lain. Terdapat sekitar 10-12 ribu pohon nanas ditanam di lahan tersebut.

Baca juga: Desa Pedawang Canangkan Wisata Edukasi Kampung Nanas
“Di sini ditanami buah nanas dari berbagai belahan Nusantara. Jenis itu tergantung juga dengan wilayahnya, seperti dari Subang, Palembang, Jambi, dan lain-lain,” katanya pada Betanews.id, Kamis (9/2/2023).
Tidak hanya cocok dijadikan wisata liburan keluarga, Kebun Nanas Nusantara ini juga dijadikan agrowisata yang seru.
Rubiyanti menambahkan, pengunjung akan diajari bagaimana merawat dan mengenal buah nanas. “Pengunjung nanti kita ajak bermain sambil diajari cara menanam dan mengenal kebun nanas. Jadi tidak hanya sekadar menikmati buah nanas saja,” imbuhnya.
Salah seorang pengurus Pokdarwis Singobarong Rofi’i menerangkan, untuk menikmati wisata Kebun Nanas Nusantara, pengunjung hanya dikenai biaya Rp 25-50 ribu. Hal itu termasuk dengan biaya masuk dan buah yang telah dipetik.
“Kami ada paketan mulai dari Rp 25-30 ribu, itu biasanya sudah sama buah yang diambil. Setelah pulang, pengunjung juga diberi oleh-oleh dari kami. Kalau mau berkunjung saja, bisa Rp 5 ribu, itu sudah ada pendamping,” terangnya.
Baca juga: Pokdarwis Singo Barong Gelar Kirab Budaya Nyeblok Nanas
Tidak hanya itu, apabila ingin membeli buah nanas, akan dikenai biaya Rp 8 ribu per kilogram. Selain wisatan lokal, Kebun Nanas Nusantara juga telah didatangi berbagai pengujung dari luar kota.
“Wisatawan kebanyakan dari lokal, ada juga dari Demak, Pati, Yogyakarta, Jepara, pernah ke sini. Kebanyakan yang datang anak-anak sekolah yang ingin belajar,”pungkasnya.
Editor: Kholistiono

