31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKUDUSDesa Pedawang Canangkan...

Desa Pedawang Canangkan Wisata Edukasi Kampung Nanas

BETANEWS.ID, KUDUS – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Singo Barong Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, melakukan penanaman 1.500 bibit buah nanas di area persawahan Gang Nanas RT 04 RT 03.

Kepala Desa Pedawang, Sofian Alfianto berharap, adanya kebun nanas yang digagas oleh Pokdarwis Singa Barong tersebut, ke depanya dapat membantu mengangkat perekonomian masyarakat. Terlebih selama ini di Pedawang, penanaman tebu dan singkong tidak bisa maksimal, bahkan bisa dibilang rugi tiap panennya.

“Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi pogram Pokdarwis yang berguna untuk meningkatkan wisata dari segi pertanian. Dan saya berharap, penanaman nanas ke depanya bisa maksimal dan membuahkan hasil untuk warga Pedawang,” ujarnya.

- Ads Banner -

Baca juga : Pokdarwis Singo Barong Gelar Kirab Budaya Nyeblok Nanas

Kemudian untuk jenis nanas yang ditanam di lahan yang memiliki luas 1400 m2 tersebut, ada 8 jenis nanas. Antara lain, nanas mbing-mbing lokal Kudus, nanas madu Subang, nanas Blitar, nanas queen Prabumulih, nanas madu Palembang, nanas Siak Riau, nanas madu Pemalang dan nanas merah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pokdarwis Singo Barong Rubiyanti menyampaikan, penanaman bibit nanas ini dilakukan sebagai inovasi untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Nantinya, kebun nanas tersebut, ditargetkan bisa menjadi wisata edukasi.

“Jadi kita tidak menargetkan bagaimana nanti hasilnya pas panen, tapi saya targetkan Desa Pedawang bisa menjadi desa wisata edukasi. Yaitu, bagaimana mempelajari penanamannya, cara pembibitannya, memetiknya dan pemanfaatannya,” jelasnya.

Yanti juga mengatakan, bahwa tujuan dari penanaman buah nanas di lahan milik desa ini juga untuk mengoptimalkan lahan. Di mana, yang awalnya ditanami tebu dan ketela tidak bisa memberikan hasil yang optimal. Diharapkan, peralihan ke kebun nanas nantinya bisa menjadi potensi baru di Desa Pedawang.

“Awalnya tebu, tapi potensi tidak bagus, lalu ketela tapi harga di pasaran ternyata anjlok. Jadi, kita coba nanas ini untuk wisata edukasi sekaligus, karena kita juga sudah punya program pemanfaatan nanas. Dari daunnya, daging buahnya, hingga kulitnya,” terangnya.

Baca juga : Baru Dua Pekan Produksi, Manisan Nanas Buatan Yanti Ramai Diburu Pembeli

Yanti berharap, dengan keberadaan kebun nanas yang baru ini bisa diperhatikan oleh pemerintah. Dalam hal ini yang dimaksud adalah terkait akses jalan menuju area tersebut. Karena, saat ini masih berupa tanah dan dinilai belum memadai untuk dilalui oleh kendaraan.

“Kita juga sudah mengajukan 4 kali untuk JUT, tapi belum terealisasi. Semoga bisa membantu untuk merealisasikan, sehingga nanti kalau ada kunjungan, pengunjung merasa aman dan nyaman,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler