BETANEWS.ID, SOLO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo membuat program Samawa, Jadikan Aku Halalmu. Melalui program ini, Kemenag memberikan edukasi persiapan menghadapi pernikahan. Ini merupakan respon Kemenag Solo terhadap tingginya pernikahan dini di Solo.
Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Masykur, menjelaskan, jika memang seseorang belum siap untuk menikah, maka jangan terburu-buru. Sebab, perlu adanya ilmu dalam pernikahan.
“Maka dalam proses ini akan diajari bebrapa hal tekait hak dan kewajiban suami istri, pengelolaan manajemen keuangan rumah tangga kan juga penting,” katanya.
Baca juga: 29 Kasus Pernikahan Dini di Solo Sejak Awal 2023 Didominasi Hamil Duluan
Selain itu, peserta juga diajarkan soal sistem reproduksi oleh pemateri yang ahli di bidang kesehatan, termasuk juga psikologi rumah tangga. Sebab, dalam menjalani bahtera rumah tangga akan ada masanya pasangan suami istri mengalami konflik.
“Edukasinya dilakukan secara online, daring melalui Zoom Meeting,” katanya ketika ditemui di kantornya, Rabu (17/5/2023).
Tak hanya memberikan edukasi, Kemenag Solo akan melakukan pendampingan hingga peserta dapat menemukan jodohnya. Bahkan, Kemenag juga menyiapkan mahar bagi peserta yang tidak memiliki mahar.
“Nah ketika proses pembelajaran di setiap tahapnya nanti akan muncul, oh kayanya saya ada kecocokan sama si A misal, nanti kita pandu. Kita bentuk tim akan memberikan pembimbingan,” katanya.
“Kita tetap menjaga syar’i, jadi setelah ketemu (jodoh, selama mengikuti edukasi) tidak langsung dikasih nomor dan disuruh ketemu itu tidak,” lanjutnya.
Baca juga: Yayasan SPEK-HAM Prihatin Masih Banyak Kasus Pernikahan Dini di Solo
Adapun muda-mudi yang ingin mengikuti program tersebut bisa mengakses melalui website resmi Kemenag Solo, http://kotasurakarta.kemenag.go.id/. Melalui laman tersebut, pendaftar akan diarahkan untuk mengisi biodata lengkap beserta foto diri, yang juga dilengkapi dengan mengisi kriteria pasangan yang diinginkan.
“Jadi mereka yang diinginkan laki-laki sepetia apa, perempuan seperti apa, dicocokkan yang sefrekuensi lah. Kemudian setelah istitoah, yakni memiliki kesamaan, kesejajaran, baru nanti kita kumpulkan dalam bentuk kelas,” katanya.
Baca juga: Mahasiswa Politeknik Akbara Solo Gelar Aksi Dukung Anak Muda Hindari Pernikahan Dini
Sejak program ini dimulai pada 2020 lalu, banyak muda-mudi yang sangat berminat dan berhasil menemukan jodohnya. Program ini terus dilaksanakan Kemenag setiap setengah tahun sekali.
“Setiap tahun kita selalu buka, tadi kok 2 minggu sudah ada 500 lebih terus kita tutup, kita seleksi, kita telpon satu per satu. Yang dicari kan ada kriteria seperti apa gitu. Satu tahun dua kali, terus ini belum berlanjut lagi karena ini masih ada yang melakukan pendekatan,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

