31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Tradisi Unik Jenang Mubarok saat Lebaran, Pilih Tutup dan Persilakan Warga Jualan di Depan Toko

BETANEWS.ID, KUDUS – Makanan oleh-oleh khas Kudus yakni jenang Kudus biasanya selalu diburu pembeli saat lebaran, terutama untuk buah tangan ke sanak saudara yang berada di luar Kudus. Toko oleh-oleh MubarokFood yang berada di Jalan Sunan Muria, Desa Glantengan, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu juga menjadi jujugan para pemudik, yang mencari jenang Kudus untuk dibawa pulang.

Meski begitu, toko yang biasanya buka setiap hari itu akan tutup saat lebaran. Toko mulai tutup H-1 pada sore hari hingga lebaran kedua. Para pembeli yang biasa berlangganan di sana tidak perlu repot dan khawatir, meski toko libur saat lebaran, pihak Mubarok Food memfasilitasi warga sekitar untuk berjualan Jenang Mubarok di area parkir atau depan Museum Jenang Kudus.

“Pada saat showroom tutup atau libur lebaran, itu akan digantikan atau diberikan kesempatan kepada pedagang musiman yang dikelola oleh paguyuban warga sekitar untuk menjual produk kami (Jenang Mubarok) yang lokasinya ada di area parkir Museum Jenang Kudus,” kata Muhammad Kirom, Manajer Marketing Jenang Mubarok, saat ditemui, Senin (10/4/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Penjualan Meroket Jelang Lebaran, Jenang Mubarok Tingkatkan Produksi hingga 6 Ton Sehari

Kirom menjelaskan, total ada 18 pedagang musiman yang berasal dari warga sekitar yakni Desa Glantengan. Pedagang tersebut tergabung dalam paguyuban yang biasa berjualan setiap momen lebaran di area Jenang Mubarok. Hal itu sebagai CSR bagi warga setempat dari perusahaan Jenang Mubarok.

“Itu bertujuan untuk satu CSR bagi warga sekitar, yang kedua sebagai upaya memberdayakan masyarakat yang kami fasilitasi mulai dari tenda, listrik, dan untuk harga sama dengan showroom. Terakhir agar para pelanggan atau pemudik itu tidak merasa kecewa, karena keberadaan pedagang musiman ini sebagai pengganti showroom saat libur atau tutup,” ungkapnya.

Baca juga: Parsel Lebaran Jenang Mubarok Ini Kastemernya dari Perusahaan hingga Instansi Pemerintah

“Untuk jumlah pedagang itu memang ada 18 orang, karena kaitannya dengan tempat yang bisa menampung 18 pedagang saja. Yang perlu digarisbawahi, yang dijual harus produk Mubarok,” imbuhnya.

Kirom menjelaskan, tradisi ini pun sudah berjalan selama puluhan tahun, mulai dari toko lama sampai pindah toko Mubarok yang baru, tradisi ini sudah ada.

“Kira-kira sudah puluhan tahun ya tradisi ini, mulai dari toko lama, sampai sekarang sudah pindah toko dan ada Museum Jenang juga,” bebernya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER