BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang tampak memikul buah melon di area sawah yang berada di tepi Jalan Kiai Mojo, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, belum lama ini. Sementara tak jauh dari gubuk seorang pria sedang memilah buah melon terbaik yang akan dijual. Pria tersebut yakni Mujiono, petani melon yang untung Rp 300 juta di musim panen ini.
Muji, begitu dirinya akrab disapa, mengaku menanam melon sebanyak 3 Hektare. Dirinya menghabiskan modal kurang lebih Rp 150 juta untuk menanam buah yang banyak disukai itu.
“Alhamdulillah hasil panen melonnya bagus. Dari 3 hektare tersebut saya bisa mendapatkan uang Rp 450 juta dikurangi modal Rp 150 juta, berarti untungnya Rp 300 juta,” ujar Muji kepada Betanews.id.
Muji mengatakan, dirinya mulai menanam melin pada awal Februari lalu. Dalam masa dua bulan atau tepatnya akhir Maret, melon tersebut sudah bisa dipanen.
“Menanam melon ini memang saya rencana agar panennya bisa di Bulan Puasa. Sebab, dari pengalaman itu harga melon menjelang Lebaran selalu bagus,” beber warga Kelurahan Mlati Kidul RT 1 RW 1 tersebut.
Dengan harga yang bagus, ia hanya fokus pada perawatan agar buahnya bisa maksimal. Dirinya tidak khawatir harga akan anjlok.
“Benar saja, hasil panen melon sangat bagus. Minimal perbuah bobotnya 2,5 Kilogram, dengan harga Rp 8 ribu perkilogram,” ungkapnya.
Dia mengatakan, melon yang dipanen tersebut langsung beli oleh bakul dan akan dikirim ke Jakarta. Untuk luasan satu Hektare bisa menghasilkan melon kurang lebih 20 Ton.
“Berarti tiga hektar bisa menghasilkan 60 Ton. Dengan harga Rp 8 ribu, maka hasil uangnya kurang lebih sebesar Rp 450 juta,” ungkapnya.
Dia berharap, dunia pertanian di Indonesia Khususnya di Kudus makin berkembang. Harga hasil pertanian bisa stabil dan bagus, sehingga banyak petani yang mampu meraup untung.
“Dengan berkembangnya dunia pertanian dan membuat petani untung maka akan bisa menarik minat para kaum muda untuk terjun di bidang pertanian,” harapnya.
Editor: Suwoko

