BETANEWS.ID, DEMAK – Kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok, seperti cabai rawit, tomat, hingga komoditas lain seperti telur, menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop) Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnain sebut menguntungkan petani.
Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas yang terjadi tiap tahunnya jelang Ramadan itu tidak akan bertahan lama. Sehingga menjadi berkah untuk petani mendekati Ramadan.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit dan Telur Merangkak Naik
“Justru kenaikan sayur mayur itu menguntungkan petani, jadi kami juga memikirkan hal itu. Kenaikan ini paling tidak bertahan lama, setelah Ramadan, sudah kembali lagi, ” katanya pada Betanews. id, Jumat (10/3/2023).
Harga cabai rawit diketahui semula Rp 50 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram, sedangkan telur dari Rp 26 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Ia pun menyebut, kalau kenaikan harga baru dirasakan selama seminggu, lanjut Iskandar, belum bisa dilakukan operasi pasar.
“Kalau kenaikan telur misalnya hanya seminggu saja, itu belum bisa dilakukan operasi pasar, karena operasi hanya bisa dilakukan ketika kenaikan harga dirasakan berbulan-bulan, ” imbuhnya.
Baca juga: Imbas Kenaikan BBM, Harga Cabai dan Bawang Juga Ikut Naik
Iskandar menerangkan, kenaikan sejumlah komoditas seperti cabai dan tomat itu juga disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Akibatnya panen menjadi terpengaruh dan menyebabkan harga menjadi berubah-ubah.
“Biasanya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri itu pasti naik. Apalagi beberapa hari ini hujan jadi panen sayur di Demak, Semarang, dan Salatiga itu ikut terpengaruh, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

