Petani Kian Merugi, Reban:‘Bulog yang Katanya Diberi Tugas Serap Gabah Petani Itu Mana Orangnya?’

BETANEWS.ID, JEPARA – Persoalan yang dihadapi petani kian kompleks. Mulai dari persoalan hama, harga gabah rendah hingga risiko gagal panen. Seperti yang dialami oleh Reban (67), petani yang berasal dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara. Empat hektare sawah yang digarapnya hanya menghasilkan jumlah gabah yang setara dengan satu hectare saja.

Faktor cuaca serta tidak lancarnya aliran air yang menggenangi area persawahan ketika terjadi banjir di daerah Sowan Kidul beberapa waktu lalu, menjadi di antaranya faktor berkurangnya hasil panen yang didapat petani.

Kemudian persoalan hama yang menyerang tanaman padi juga turut menjadi faktor. Terkait dengan beragam macam persoalan yang dialami petani, ia berharap petugas Bulog dapat turun langsung ke lapangan. Sehingga solusi yang diberikan dapat tepat sasaran.

-Advertisement-
Reban, Petani asal Desa Troso, Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

Baca juga: Gagal Panen, Petani di Jepara Minta Ada Keringanan Pinjaman Modal dari Bank

“Bulog yang katanya diberi tugas untuk menyerap gabah petani itu mana orangnya? Mbok yao orang Bulog yang diberi tugas oleh pemerintah turun lapangan biar tau susahnya para petani,” katanya pada Betanews.id, Jumat (10/03/2023).

Dengan turunnya petugas Bulog ke lapangan, ia berharap solusi yang diberikan kepada para petani sesuai dengan persoalan di lapangan. Seperti permasalahan hama yang masih sering menyerang tanaman padi. Obat-obatan yang sering disarankan oleh penjual obat tanaman juga belum mampu memberantas keberadaan hama tersebut.

Sebagai petani, ia mengharapkan ada kajian lebih lanjut terkait masalah tersebut. Serta turunnya Bulog ke lapangan diharapkan bisa menstabilkan harga gabah yang kurang menguntungkan para petani. Ia menyadari bahwa sebagai petani, tidak hanya sekadar menanam padi, tetapi juga sebagai sarana ketahanan pangan bagi masyarakat.

“Kalau petani ya berharapnya harga gabah tinggi, tetapi kan juga harus memperhatikan persoalan yang lain. Kalau Bulog itu turun, bisa nyerap gabah petani, harapannya harga gabah bisa lebih stabil,” tambahnya.

Baca juga: Panen Raya Tiba, Jokowi Minta Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah untuk Jaga Stabilitas Harga

Hal tersebut mengakibatkan berbagai persoalan yang dihadapi petani sering mendapat solusi yang tidak tepat sasaran. Seperti halnya bantuan yang diberikan kepada para petani. Mayoritas anggota kelompok tani yang ada di sana justru bukan sebagai petani.

Sehingga bantuan yang diberikan pemerintah, menurutnya justru tidak tersentuh oleh para petani yang setiap harinya bergerak langsung menangani persoalan pertanian.

“Anggota kelompok tani itu paling-paling ya hanya turun kalau diberi tugas menyampaikan obat-obatan. Selain itu, sepengalaman saya sebagai petani jarang saya lihat mereka turun langsung ke sawah,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER