BETANEWS.ID, KUDUS – Lebaran tahun 2023 ini diwarnai fenomena di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, yang melaksanakan takbir keliling diiringi sound horeg. Namun, tahun ini disebut akan menjadi takbiran terakhir desa tersebut untuk menggunakan sound horeg. Biaya sewa yang mencapai puluhan juta Rupiah, dinilai terlalu mahal.
Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Kutuk, Supardiyono. Menurutnya hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama antara pemuda, pemerintah desa dan para tokoh masyarakat.
Baca juga: Warga Kutuk Berkerumum Hanya untuk Lihat Cek Sound Horeg Jelang Takbiran
“Sebab, uang iuran yang dikeluarkan oleh masyarakat cukup besar untuk menyewa sound horeg tersebut. Kasihan kemahalan,” ujar Supardiyono kepada Betanews.id saat ditemui di rumahnya, Rabu (19/4/2023).
Dilihat dari segi manfaat, katanya, mendatangkan sound horeg untuk memeriahkan takbiran tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Sebab, uang sewa sound horeg rata-rata harganya di atas Rp 30 juta.
“Sementara malam takbiran di Desa Kutuk tahun ini akan ada 20 paket sound horeg. Jadi cukup besar dana yang dikeluarkan oleh masyarakat,” bebernya.
Hal senada juga dikatakan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Kutuk, Ngateman. Dia mengatakan, para pemuda sudah diberi nasehat oleh para kiai, tokoh masyarakat dan pemerintah desa, agar tahun ini menjadi yang terakhir menggelar takbir keliling dengan sound horeg yang besar dan banyak.
Baca juga: Malam Takbiran di Kutuk akan Digetarkan 20 Sound Horeg, Harga Sewa Rp 30 Juta
“Tahun berikutnya takbiran di Desa Kutuk akan diselenggarakan secara sederhana dan tidak sebegitu besar. Agar tak lagi menyewa sound semahal tahun ini, sehingga tidak menghamburkan uang untuk merayakan malam takbiran,” ujar Ngateman.
Editor: Suwoko

