31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Pegawai Pajak di Kudus Tak Ada yang Punya Harley, Andi: ‘Tak Ada yang Mampu Beli’

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pekan terakhir lini masa media sosial ramai dengan pemberitaan oknum pegawai pajak yang memiliki kekayaan fantastis dan tak wajar. Bahkan, mereka tak segan mengunggah kemewahan atas kepemilikan motor gede (moge) Harley Davidson. Lalu bagaimana dengan pejabat pajak di Kabupaten Kudus?

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Kudus, Andi Setijo Nugroho memastikan di Kudus tak ada pegawai pajak yang ikut klub motor Harley Davidson. Sebab, tak ada yang punya dan kuat beli.

“Saya yang sebagai pejabat tertinggi di KPP Pratama Kudus itu tidak punya yang namanya Harley Davidson, apalagi teman-teman saya,” ujar pria yang akrab disapa Andi kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu, saat ditemui di ruang kerjanya.

-Advertisement-

Baca juga: Wajib Pajak Kudus yang Lapor SPT Belum 50 Persen, Imbas Kasus Kekayaan Tak Wajar Pejabat Kah?

Andi mengakui, bahwa di KPP Pratama Kudus tetap ada kegiatan untuk mempererat pegawai. Namun, tidak kegiatan-kegiatan mewah. Kegiatan yang diselenggarakan sebatas bersepeda, panahan, pingpong dan bola voli.

“Jadi tak ada kegiatan pegawai pajak Kudus itu yang memakai Harley Davidson. Karena tak ada yang punya dan kuat beli,” tandasnya.

Dia mengatakan, kasus oknum pegawai pajak yang mempunyai kekayaan tak wajar tidak hanya menciderai masyarakat tapi juga pegawai pajak lainnya. Sebab, menurutnya masih banyak pegawai pajak yang benar-benar bekerja keras, jujur dan berintegritas.

“Jujur, kami yang pegawai Pajak sendiri merasa tersakiti dengan adanya kasus tersebut. Dulu Gayus, Angin Prayitno dan sekarang Alun,” ungkapnya.

Dia menyanyangkan, masih ada saja oknum pegawai pajak yang memperkaya diri dengan berlaku culas. Padahal, selama ini pegawai pajak di daerah, khususnya di Kudus memegang teguh integritas dan profesionalisme, hingga dapat penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Baca juga: Minta Warga Tetap Lapor SPT, Jokowi: ‘Pajak Itu untuk Subsidi BBM hingga Bangun Jalan’

“Penghargaan tersebut tertinggi terkait integritas. Sementara yang di Jakarta masih ada kasus pejabat yang punya kekayaan tak wajar,” sesalnya.

Pihaknya meminta kepada para wajib pajak di Kudus untuk patuh bayar pajak, serta patuh menyampaikan SPT tahunan. Sebab, menurutnya pajak adalah sendi negara jadi sangat penting. Uang pajak digunakan untuk pembiayaan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi, wajib pajak harus berfikir jernih membedakan antara oknum dan pegawai pajak yang benar-benar bekerja keras melayani masyarakat dan berintegritas,” jelasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER