BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir di Kudus tak hanya menggenangi pemukiman dan area persawahan. Namun, banjir juga menggenangi jalur pantura, tepatnya yang berada di depan Terminal Induk Jati Kudus.
Tampak jalur pantura depan Terminal Jati Kudus yang tergenang banjir setinggi lutut dijadikan parkir beberapa truk dan tronton. Para sopir pun memanfaatkan air banjir untuk mencuci kendaaraan angkut mereka.
Salah satunya yakni, Franki (27) yang memanfaatkan banjir di jalur Pantura Kudus untuk mencuci armadanya berupa tronton. Ia mengaku tak masalah mencuci kendaraan tronton tersebut dengan air banjir yang tidak bersih.

“Tidak masalah mencuci tronton dengan air banjir. Yang penting tidak menggunakan air laut,” ujar warga Salatiga tersebut.
Jefri mengaku mengangkut barang dari Surabaya dan akan dikirim ke Tangerang. Karena jalur Pantura di Kudus terendam banjir, ia pun memutuskan untuk berhenti untuk istirahat dulu.
“Istirahat sekalian mencuci armada. Mumpung ada air banyak jadi cuci armada gratis,” bebernya.
Hal senada juga dikatakan oleh Sawer. Warga Desa Kaliwungu Kudus itu sengaja membawa truknya ke jalan depan Terminal Jati yang tergenang banjir. Tujuannya untuk mencuci truk.
“Tadi habis kirim barang, lalu datang ke sini (depan Terminal Jati) untuk mencuci truk,” ujar Sawer.
Dia mengaku, tak masalah truk dicuci dengan air banjir. Yang penting tidak dicuci dengan air laut yang asin.
“Tidak masalah dicuci dengan air banjir. Aman-aman saja,” beber pria yang sudah tujuh tahun jadi sopir tersebut.
Disinggung apakah tidak menggangu lalu lintas mencuci truk di jalan raya yang kebanjiran, Sawer mengatakan, jalannya lagi kebanjiran dan lagi ada pengalihan arus.
Baca juga: Terminal Kudus Masih Kebanjiran, Jalur Pantura Kudus-Demak Macet
Sementara itu, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus yakni AIPTU Parwoto mengatakan, jalur Pantura Kudus tergenang banjir sejak Jumat (3/3/2023), dengan ketinggian antara 30 sampai 40 sentimeter. Selain itu juga ada lubang yang tergenang banjir di jalur Pantura Kudus tepatnya di depan Pondok Pesantren Al Muayyad.
“Untuk mencegah kemacetan, kami lakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan yang dari Demak menuju Surabaya kita alihkan melalui lampu merah Kencing ke timur,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

