Gawat! Dalam 2 Bulan Ada 67 Kasus DBD di Kudus, Satu Meninggal

BETANEWS.ID, KUDUS – Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kudus di awal tahun ini terhitung cukup tinggi. Sampai Februari ini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat sudah ada 67 kasus dengan 1 meninggal. Kasus tersebut didominasi oleh anak-anak.

Dengan cukup tingginya kasus DBD itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus, Darsono, terus mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan maupun rumah dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan melakukan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur).

“PSN 3M plus ini harus dilakukan mengingat kondisi yang saat ini sedang dalam musim penghujan. Kami tidak mau kasus DBD di Kabupaten Kudus semakin bertambah dan jangan sampai penanganan terlambat,” beber Darsono saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/2/2023).

-Advertisement-

Baca juga: DBD Mengintai, Ini Tips Dinas Kesehatan Agar Aman dari Penyakit Mematikan Itu

Untuk melakukan 3M, lanjut dia, warga juga bisa menggunakan obat Abate yang mampu membunuh jentik nyamuk secara efektif. Obat ini bisa didapatkan gratis di Puskesmas.

“Warga juga bisa meminta obat Abate kepada pihak puskesmas terdekat dan itu gratis. Karena dari 19 Puskesmas yang ada di Kudus sudah ada obat maupun tes reagen dengue,” terangnya.

Baca juga: Cegah DBD Serang Anak-anak, Puskesmas Ngembal Kulon Launching Program Siber Santik

Darsono juga mengimbau warga yang merasa punya gejala DBD untuk segara periksa dengan tes reagen dengue yang dapat otomatis mengetahui kasus DBD dalam 20 menit. Pengecekan itu dapat dilakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit tanpa harus membayar.

“Gejala penyakit DBD itu disebabkan oleh nyamuk Aedes Aigepty. Selain itu juga ada gejala lain seperti demam selama 2 sampai 7 hari, perut mual, kepala pusing, dan kulit berbintik-bintik warna merah,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER