BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang di ruangan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) di Dinas Kesehatan Kudus terlihat sedang sibuk dengan berkas dan laptop di mejanya. Satu di antara orang yang ada di sana adalah Nuryanto (48), Kepala Seksi P2PM. Dirinya akan berbagai pengetahuan soal Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengintai di musim penghujan.
Saat ini, pihaknya sedang mendorong Puskesmas agar gencar melakukan sosialisasi kepada warga tentang G1RJ. G1RJ adalah gerakan satu rumah satu jumantik yang berfungsi sebagai pengawasan terhadap penyebaran jentik nyamuk.
“Jadi harapan kami gerakan ini setiap rumah minimal ada satu orang yang mengawasi potensi timbulnya jentik nyamuk. Dan ini kami sosialisasikan kepada Puskesmas, kemudian pihak Puskesmas dengan bidan desa melanjutkan ke warga,” terangnya, Rabu (30/9/2020).
Baca juga: 3 Tips Perawatan dari Mili Dental Care untuk Gigi Lebih Sehat
Selain G1RJ, ada juga Gerakan PSN, pemberantasan sarang nyamuk. PSN merupakan gerakan gotong royong, yang sifatnya kerja bakti secara massal. Dengan catatan, tetap menjalankan protokol kesehatan.
Nuryanto kemudian menjelaskan tentang gerakan 7 M yang bisa untuk mencegah penyakit DBD. Yang pertama menguras secara rutin bak mandi, menutup penyimpanan air dengan rapat dan menaburkan bubuk pembasmi larvisida, dan memanfaatkan kembali dan membuang sampah pada tempatnya.
“Kemudian mengganti air vas bunga, minuman burung, menghindari pola hidup tidak sehat, dan mengaplikasikan gerakan G1RJ. Selain itu juga mengurangi tempat nyamuk beristirahat, tutup ventilasi dan jendela dengan kasa nyamuk,” kata Warga Desa Gulantepus, RT 02 RW 03, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu.
Baca juga: Salsation Bisa Jadi Solusi Hidup Sehat dan Cantik Luar Dalam
Dia juga berpesan untuk menghindari tidur pagi dan sore hari. Jika memang harus dilakukan, lindungi ketika anggota keluarga tidur dipagi hari dan sore hari. Karena nyamuk aedes aegypti atau demam berdarah aktif mencari makan pada pagi hari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.
“Kemudian sore hari pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Jadi sebisa mungkin hindari tidur pada jam tersebut. Upayakan menyemprot obat nyamuk juga setiap hari dua kali,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

