31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaUMKMWarga Semarang Timur...

Warga Semarang Timur Ini Sulap Serat Alam Jadi Aneka Kerajinan yang Keren

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam rumah yang berada di Jl Mlatiharjo Raya Tengah Nomor 14 Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, terlihat seorang perempuan tengah sibuk menganyam serat alam yang nantinya akan ia jadikan sebuah tas yang cantik. Ia adalah Yuli Muhawati.

Ditemui sembari menganyam, Yuli sapaan akrabnya mengaku, sudah menekuni usaha tas yang berbahan serat alam ini sejak tahun 2009.

Yuli menceritakan, ia mengawali karirnya dengan membeli tas dan kerudung untuk menambah hiasan sulam pita lalu dijual kembali. Kemudian, di tahun 2017 ia terus melatih bakatnya dan bertemu dengan serat alam yang ia kembangkan sampai saat ini.

Baca juga: Tetap Produktif di Usia Senja, Triana Buat Kerajinan Anting Hingga Tas Makrame yang Bentuknya Unik

“Awalnya cuma memberikan tambahan aksesoris yaitu sulam pita ke tas dan kerudung, kemudian tahun 2017 mulai tahu tentang macam-macam serat alam yang bisa dikreasikan. Untuk serat alam yang kita kreasikan cukup beragam, ada yang dari eceng gondok, pelepah pisang, daun pandan, dan kain goni,” ucapnya.

Untuk bahan bakunya, Yuli mengaku lebih memilih membeli langsung ke pelaku UMKM, sehingga bisa saling membantu satu sama lain.

“Serat alam yang kita pakai kan banyak, jadi kita beli bahan eceng gondok kering, pandang kering, itu semua ke pelaku UMKM. Jadi kita tinggal jahit dan mengkreasikan saja,” ujarnya.

Kreasi yang ia buat dari serat alam pun cukup beragam, mulai dari tas, dompet, topi, dan berbagai merchandise yang menarik.

Hingga saat ini, ia mengaku sudah mengirim produk dari Mlatiwangi hampir ke seluruh penjuru Indonesia dengan tas buatan sendiri.

Baca juga: Cerita Sukses Filan Rintis Usaha Kerajinan Rotan yang Pelanggannya Kini Hingga Mancanegara

“Hampir seluruh Indonesia, di antaranya Bali, Papua, Riau, Kalimantan dan beberapa tempat lainnya. Dulu saya sempat mencoba mempasarkan ke Belanda, di mana kebetulan ada saudara di sana. Dengan tas anyaman pandan yang waktu itu masih beli tasnya, dan saya hanya menambah aplikasi seperti menambah gambar dan sulam pita,” akunya.

Kemudian untuk harga yang ditawarkan, Yuli mengaku cukup beragam, yaitu mulai dari Rp 25 ribu hingga ratusan ribu.

“Konsumen bisa menentukan budget sendiri, untuk souvenir, bisa mulai dari harga Rp 25 ribu. Kalau paling mahal bisa sampai Rp 500 ribu, yang ada lukisannya dan ukuran besar. Untuk rata-rata harga seperti tas kecil tersebut Rp75 ribu hingga Rp150 ribu,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler