BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan keranjang rotan dengan beragam bentuk tampak memenuhi sebuah toko yang berada di Desa Gamong RT 1 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Di salah satu sudut toko, tampak seorang perempuan sedang menata puluhan keranjang buah. Sementara pekerja lain tampak mengemasnya ke dalam karung untuk nantinya diambil pihak ekspedisi. Perempuan tersebut adalah Filanda Sari (31) Pemilik Toko Jepara Craft.
Di tengah kesibukannya itu, Filan bersedia berbagai cerita awal mula merintis usaha kerajinan rotan Jepara Craft. Filan menjelaskan, sebelumnya ia hanya membuat souvenir pernikahan dari kain flanel yang dijual secara online pada tahun 2017.

Baca juga: Furnitur Rotan dari Manunggal Rotan Jepara Ini Tembus Australia Hingga Rusia
“Dulu awalnya bikin souvenir dari kain flanel, karena kebetulan waktu kuliah ikut kegiatan bikin kerajinan dan memang suka sama dunia tersebut. Lulus kuliah saya kerja jadi sales marketing dan iseng jualan itu sebagai penghasilan tambahan,” jelasnya, Sabtu (3/12/2022).
Setahun berlalu, usaha souvenir kian berkembang dan mulai memiliki karyawan. Permintaan pun mulai merambah ke baki hantaran. Filan lantas menyanggupi permintaan tersebut setelah mendapat kenalan suami yang seorang pengrajin rotan dari Jepara.
Di tahun yang sama, sang suami terkena PHK karena penutupan cabang di salah satu bank swasta. Dilanjut, dirinya yang juga memutuskan mengundurkan diri untuk fokus ke bisnis tersebut.
“Sebelumnya, tempat usaha di Mayong, karena saya menetap di sana, makanya namanya Jepara Craft. Kemudian karena tempatnya sempit, saya pindah ke Kudus ngontrak dulu baru bikin toko sendiri sudah setahun,” bebernya.
Filan mengaku, keputusannya membuka toko di Kudus karena ia ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi saudara dan tetangganya. Kini ada 20 penganyam rotan di Jepara yang bekerja dengannya, sementara di toko terdapat delapan karyawan.
Baca juga: Rotan Karakter Imlek yang Lucu dan Unik di Souvenir Rotan Jepara Ini Banjir Pesanan
Penjualan kerajinan rotan Jepara Craft milik Filan, kini sudah ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan sudah sampai Malaysia hingga Singapura. Dalam sehari sekurangnya ada 100 pesanan rotan, dan bertambah hingga ribuan saat moment tertentu. Seperti hari Natal, Imlek, Idul Fitri dan musim pernikahan.
“Koleksi kita saat ini macam-macam, mulai dari keranjang buah, keranjang seserahan, souvenir dan rotan karakter yang disesuaikan dengan momen tertentu. Moment Natal seperti saat ini ada lebih dari seribu pesanan bentuk pohon cemara, snowman, Santa, kijang dan lainnya,” tandasnya.
Editor: Kholistiono

