31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKISAHTetap Produktif di...

Tetap Produktif di Usia Senja, Triana Buat Kerajinan Anting Hingga Tas Makrame yang Bentuknya Unik

BETANEWS.ID, SEMARANG – Perempuan paruh baya itu tampak sedang fokus menyatukan tali makrame. Satu per satu, tali tersebut dirangkai untuk dibuat menjadi sebuah antik yang cantic nan unik.

Wanita itu adalah Pemilik Gemma Craft, Triana Adariati (54). Di usianya yang sudah tidak lagi muda, tidak membuat dirinya lantas berdiam diri. Perempuan yang kerap disapa Triana itu lebih memilih mengisi waktunya dengan membuat kerajinan makrame.

Tidak seperti kebanyakan kerajinan makrame yang dibuat menjadi hiasan dinding, Triana lebih memilih membuat makrame anting, gelang, kalung, dan tas dengan bentuk etnik yang unik.

Beragam aksesoris dari Gemma Craft. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga: Makrame dan Rajutan di Orikado Handmade Ini Bikin Rumah Terlihat Makin Cantik

“Saya dulu bekerja di Jakarta selama kurang lebih 25 tahun, kemudian saat pandemi, saya memilih pulang di Semarang dan mengisi waktu saya dengan membuat kerajinan makrame yang merupakan hobi saya sedari dulu,” katanya.

“Saya sudah hobi membuat makrame itu sejak tahun 2018, saat saya di Yayasan Budaya Jakarta. Nah, jadi setelah pulang 2021, akhirnya meneruskan hobi sekalian saya jual hasilnya untuk tambah tambah penghasilan,” tambahnya.

Ia pun menjelaskan, alasannya lebih memilih aksesoris kerajinan makrame ketimbang yang lain karena makrame bisa dibentuk menjadi apa saja yang ia mau. Sehingga, bentuk akhirnya bisa menjadi berbeda-beda.

“Memilh makrame karena memang sedikit ribet tapi unik. Beda sama misal kerajinan kalung manik-manik yang memang sudah asli cantic, mainnya tinggal merangkai saja,” katanya.

“Kalau makrame kan seutas benang yang bisa kita bentuk apa saja, dan kebanyakan anting, gelang, kalung, dan tas buatan saya jatuhnya limitied edition. Jadi kalau udah dibuat tidak ada lagi dan tidak akan bisa ditemui di toko manapun,” tambahnya.

Kemudian mengenai waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu pasang anting, Triana menyebut memakan waktu 30 menit saja.

“Waktu buatnya tergantung mood dan ribet enggaknya bentuk anting yang dibuat. Kalau moodnya lagi bagus, bentuknya simpel, satu jam bisa buat dua pasang,” akunya.

Baca juga: Banjir Bandang yang Terjang Kampungnya, Menginspirasi Tuni Manfaatkan Plastik Bekas Jadi Kerajinan Berkelas

“Bentuknya macam-macam, karena ini kan kayak karya seni, jadi minatnya beda-beda, itu yang sulit. Membaca minat orang, sukanya yang seperti apa. Kalau sekarang lebih sering bentuk daun, bunga, kupu-kupu dan masih banyak lagi. Biar tidak monoton, antingnya juga saya kasih manik-manik, biar tambah manis,” jelasnya.

Triana pun mengaku, untuk penjualan di Semarang masih kurang baik, sehingga ia lebih sering mendapatkan orderan di luar Semarang, seperti Jakarta, Jogja, dan Solo.

“Karena di Semarang untuk produk handmade kurang bagus, satu pcs anting masih saya jual mulai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Yang banyak peminatnya itu malah Jakarta, Jogja, dan Solo,” katanya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler