31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKISAHBanjir Bandang yang...

Banjir Bandang yang Terjang Kampungnya, Menginspirasi Tuni Manfaatkan Plastik Bekas Jadi Kerajinan Berkelas

BETANEWS.ID, KUDUS – Sri Setuni (41) tampak sibuk di ruang tamu rumahnya. Ia terlihat merapikan beberapa produk hasil karyanya yang terbuat dari daur ulang plastik bekas. Delapan tahun terakhir perempuan yang akrab disapa Tuni itu menyulap sampah untuk dibuat jadi hasil karya bernilai jual. Hal itu dilakukannya karena desanya pernah terkena banjir bandang karena banyak sampah yang menumpuk di sungai.

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Jati Kulon RT 3 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut mengungkapkan, pada tahun 2006 banjir bandang melanda desanya. Banyak lumpur yang ikut masuk dan mengendap di rumahnya. Padahal saat itu ia sedang hamil anak pertama.

“Padahal sebelumnya tidak pernah terjadi banjir bandang. Penyebab banjir bandang itu karena banyak sampah di sungai. Dari itulah saya berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik dengan cara memanfaatkannya menjadi bahan bernilai jual,” ujar Tuni kepada Betanews.id, beberapa hari lalu.

Sri Sentuni menunjukkan kerajinan buatannya yang bahannya berupa limbah plastik. Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Produk Daur Ulang Sampah Buatan Warga Kudus Ini Jadi Langganan Menantu Jokowi

Dia mengungkapkan, keinginannya itu mulai terwujud pada tahun 2014. Bermula dari kelompok bank sampah yang ada di desanya. Namun, karena bank sampah maunya hanya sampah yang punya nilai jual, ia pun memutar otak agar sampah plastik kemasan tidak berakhir di tempat sampah.

“Dari situlah saya punya ide untuk menyulap sampah plastik bekas kemasan menjadi aneka barang bernilai jual. Memang tidak mudah tapi tetap saya tekuni,” ungkap perempuan yang dikaruniai tiga anak tersebut.

Produk pertama yang dibuatnya adalah tas yang terbuat dari plastik bekas kemasan. Ketika itu belum terfikirkan untuk menjualnya. Sebab saat itu ia membuat tas dan produk lainnya hanya untuk mengurangi sampah plastik.

“Hingga pada suatu waktu tas yang terbuat dari plastik bekas kemasan itu dilihat orang dinas terkait. Di situ saya ditanya dan kemudian ditawari untuk ikut pameran. Dengan senang hati tawaran itu saya terima,” ungkapnya.

Sejak itu aneka produk yang terbuat dari plastik bekas kemasan miliknya pun mulai dikenal banyak orang, dan diberi merk Seruni Handmade. Produk-produknya pun sudah banyak.

Dia antaranya, tas, bros, dompet, gantungan kunci, tempat pensil, tas laptop, sleping bag, tempat tisu, tas loundry, tas pinggang, tikar, sepatu, baju dan gaun pun diproduksinya dari plastik bekas kemasan atau pun plastik lainnya.

“Untuk harga bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung dari jenis produk serta tingkat kerumitan,” kata Tuni.

Dia mengatakan, untuk bahan disetori beberapa bank sampah yang ada di Kudus. Sedangkan pemasaran selama ini lebih banyak melalui media sosial, Instagram dan Facebook.

Baca juga: Tak Mau Kebanjiran Lagi, Sri Dirikan Bank Sampah dan Ubah Plastik Jadi Kerajinan

“Alhamdulillah dengan pemasarn online, pelanggan Seruni Handmade sudah seluruh Nusantara. Tiap bulannya kami mampu menjual ratusan pcs dari berbagai produk,” ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat bisa merubah pola pikirnya. Tidak membuang sampah sembarangan. Namun, berpikir untuk bisa memanfaatkan sampah agar menjadi produk bernilai jual tinggi.

“Saya juga berharap Kudus ini bisa jadi sentra kerajinan dari daur ulang sampah atau barang bekas. Sebab itu juga bisa sebagai penunjang perekonomian dan mengurangi pengangguran,” harapnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler