31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Tak Mau Kebanjiran Lagi, Sri Dirikan Bank Sampah dan Ubah Plastik Jadi Kerajinan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sri Setuni (41) tampak sibuk memotong tepian bungkus plastik kopi sachet yang berjumlah puluhan di depan rumahnya yang berada di Desa Jati Kulon RT 3 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Bungkus itu lalu ia lipat agar rapi dan dianyam menjadi lembaran yang nantinya akan dijadikan tas.

Di tangannya itulah, berbagai limbah sampah plastik dapat disulap menjadi beragam kerajinan unik dan cantik yang bernilai jual. Beberapa di antaranya adalah tas ransel sekolah, sepatu, baju, dan tikar.

Beberapa produk kerajinan dari sampah plastik di Seruni Handmade. Foto: Erna Safitri

Pengalaman pernah kebanjiran lah yang membuatnya punya pikiran untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah kerajinan pada 2012 lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Seruni Handmade, Toko Kerajinan dari Sampah Plastik yang Pelanggannya dari Berbagai Daerah

“Ini karena saya ingin mengurangi sampah di Sungai Gelis yang banyak sekali. Terus di sini pernah dua kali bajir sampai masuk ke rumah saya,” bebernya kepada betanews.id, Jumat (15/7/2022).

Ia memulai gerakannya dengan mendirikan bank sampah bersama ibu-ibu PKK dengan biaya swadaya. Mereka kemudian terus berkampanye kepada masyarakat untuk menabung sampah di bank sampah. Meskipun awalnya tidak mudah dan banyak penolakan, akhirnya pihak desa pun membantu dan menyambut dengan baik kegiatan bank sampah tersebut.

Usahanya itu lambat laun mendapat sambutan positif dari warga. Mereka rata-rata menabung sampah kardus, botol kaca, sampai yang tidak layak jual yakni sampah plastik.

“Karena banyak sampah plastik akhirnya dibantu mereka (ibu-ibu PKK) saya bikin banyak kerajinan lalu dijual lewat Facebook dan Instagram. Dari situlah adanya Seruni Handmade ini,” jelasnya.

Baca juga: Dari Limbah Tali Peti Kemas, Penjaga Sekolah di Kudus Ini Bisa Hasilkan hingga Belasan Juta Sebulan

Sri pun berinisiatif untuk mengolah sampah plastik tersebut menjadi beragam kerajinan. Dibantu ibu-ibu PKK dirinya membuat aneka kerajinan yang kemudian dijual melalui Instagram dan Facebook bernama @serunihandmade.

Beragam kerajinan ini dijual dengan harga Rp2.500 sampai Rp2,5 juta. Kerajinan yang dibuatnya di pasarkan ke seluruh kota di Indonesia bahkan sampai ke Belanda dan Thailand.

“Untuk pemesanan bisa langsung menghubungi nomor WhatsApp 0811-2882-301, Facebook @serunihandmade,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER