31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Seruni Handmade, Toko Kerajinan dari Sampah Plastik yang Pelanggannya dari Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan tas tertata rapi di etalase sebuah rumah yang berlokasi di Desa Jati Kulon RT 3 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tas tersebut terbuat dari sampah plastik yang di daur ulang lewat tangan terampil seorang perempuan berkerudung biru itu. Ia adalah Sri Setuni (41)  pemilik Seruni Handmade sekaligus Manajer Bank Sampah desa Jati Kulon.

Kepada Betanews.id, Sri menjelaskan bahwa Seruni Handmade memproduksi kerajinan dari daur ulang sampah plastik. Kerajinan yang dihasilkan di antaranya tas jinjing, tas ransel sekolah, waist bag, totebag, tas laptop, dompet, bros, tempat pensil, tempat tisu, tas laundry, sepatu, pajangan, bunga, baju, tatakan piring, kursi dari botol bekas, dan tikar.

Beberapa produk kerajinan dari sampah plastik di Seruni Handmade. Foto: Erna Safitri

“Produk-produk ini saya buat dari sampah rumah tangga yang tidak layak jual. Sampah tersebut seperti kantong plastik, bungkus makanan, bungkus minuman sashet, botol plastik bekas, bungkus minyak goreng, sedotan, dan masih banyak lagi,” bebernya, Jumat (15/7/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Di Tangan Roro, Sampah Plastik Disulap Jadi Ecobricks dan Kerajinan Tangan Keren

Sampah plastik tersebut dibeli dari warga Desa Jati Kulon. Misalnya per 100 bungkus kopi sashet dihargai Rp2 ribu, plastik minyak goreng Rp2 ribu per kilogram, kemasan reefil Rp5 ribu per kilogram.

Menurutnya, sampah plastik itu akan melewati beberapa proses sebelum dirangkai menjadi suatu produk tertentu. Pada tahap awal sampah akan dipisahkan mana yang bisa diolah dan tidak, lalu jika kemasan sachet harus dipotong tepi atas dan bawah. Kemudian masuk tahan pencucian, biasanya dilakukan menggunakan mesin cuci agar lebih bersih dan mempercepat proses pengeringan. Selanjutnya sampah plastik akan dijemur di bawah sinar matahari atau di anginkan sampai kering. Setelah kering sampah plastik dapat langsung diolah menjadi berbagi produk.

“Saat ini pembuatan dilakukan oleh pekerja dan dikerjakan di rumah masing-masing lalu disetor kemari. Ada lima orang yaitu 4 penjahit dan 1 pemotong plastik limbah. Kalau di rumah paling ya saya bikin kalau sedikit-sedikit. Dulu ada yang di rumah tetapi sejak pandemi saya kurangi tinggal yang lima orang ini,” beber dia.

Baca juga: Bank Sampah Muria Berseri Ubah Sampah Jadi Emas

Kerajinan daur ulang ini dijual dengan harga mulai dari Rp2.500 untuk produk bros sampai Rp2,5 juta untuk tikar anyaman rapat. Pelangganya juga tak hanya dari Kudus saja, karena kini sudah merambah ke berbagai daerah.

“Untuk pemesanan bisa langsung menghubungi nomor WhatsApp 0811-2882-301, Facebook @serunihandmade,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER