31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaKISAHDari Limbah Tali...

Dari Limbah Tali Peti Kemas, Penjaga Sekolah di Kudus Ini Bisa Hasilkan hingga Belasan Juta Sebulan

BETANEWS, KUDUS – Lembar demi lembar tali peti kemas dianyam oleh Nor Santoso (40) di rukonya yang berada di Desa Getas Pajetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Siang itu, ia sedang menyelesaikan keranjang yang sudah terlihat hampir jadi.

Sehari-hari, dia memang menggeluti usaha tersebut sepulang dari bekerja sebagai penjaga SD Loram Kulon. Selain itu, saat Minggu Nor juga mencari tambahan penghasilan sebagai penjaga wahana kuda di GOR.

Toko kerajinan peti kemas milik Nor. Foto: Sekarwati

Laki-laki asli Loram Kulon ini memulai usaha kerajinan limbah tali peti kemas sejak 2000an. Sebelumnya, bisnis ini telah dijalani bapaknya pada 1993 dengan nama ULIK, atau Ulang Limbah Ide Kerajinan.

- Ads Banner -

Baca juga: Tempat Sampah dan Keranjang Tali Peti Kemas Buatan Nor Sudah Rambah Pasar Luar Jawa

Di sana, ia menyediakan tempat sampah, tas belanja, keranjang motor, satu set meja kursi, parsel, tudung saji, dan lain-lain. Dari kerajinan itu juga, Nor punya penghasilan luar biasa yang omzetnya mencapai belasan juta sebulan.

“Prospek usaha kerajinan ini hasilnya sangat menjanjikan. Masalahnya setiap rumah tangga pasti membutuhkan tempat sampah,” katanya pada betanews.id, Jumat (15/7/2022).

“Omzet kotornya Rp10 jutaan sebulan, kalau bersihnya ya separuhnya. Hari-hari biasa paling Rp8-9 juta. Kadang pas ramai seperti momen tujuh belasan bisa dapat Rp17 juta lebih, karena warga banyak yang butuh tempat sampah,” ungkapnya yang dibantu empat karyawan itu.

Baca juga: Kisah Owner Awkulit, Merintis Bisnis Kulit Ayam Krispi dari Dapur Rumah

Hasil itu dari penjualan kerajinan yang harganya beragam. Untuk tempat sampah Rp25-30 ribu, tas belanja Rp15 ribu, keranjang motor Rp250 ribu, dan satu set meja kursi Rp1,2 juta.

Semua produknya bisa dibeli secara langsung di Toko ULIK, atau dapat memesannya dengan menghubungi nomor 08139 0958 575 mulai pukul 8.30 sampai 15.30 WIB.

“Tidak menjual secara online. Bisanya lewat telpon, seperti tadi ada yang minta nanti siap diantar,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler