BETANEWS, KUDUS – Tumpukan keranjang dan tempat sampah warna hijau itu terlihat memenuhi sebuah toko di Sebelah Utara Museum Kretek, Desa Getas Pajetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di sana, seorang pria berbaju putih tampak sedang menganyam tali peti kemas yang dibuat berbagai kerajinan.
Sehari-hari, pria bernama Nor Santoso (40) itu memang selalu berjibaku dengan Bahan limbah tersebut di tempat usaha yang ia namai ULIK (Ulang Limbah Ide Kerajinan).
Tak main-main, kerajinan buatannya itu rupanya menggunakan bahan impor dari Amerika Serikat yang kualitasnya diklaim lebih bagus dari bahan lokal. Nor mengatakan, bahan kerajinannya itu terkenal awet dan warnanya tidak cepat pudar. Bahkan, ia menjamin produknya itu bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Baca juga: Melihat Relief Wajah Bung Karno dari Batok Kelapa Karya Oni yang Keren
“Bahannya ini impor dari Amerika yang saya ambil dari pabrik Jakarta dan Bandung. Kalau buatan Indonesia sekitar tiga sampai empat tahunan warnanya sudah kusam dan tidak tahan lama, sedangkan tempat sampah ini awet, bahkan lebih dari sepuluh tahun. Kena hujan panas tidak apa-apa,” katanya pada betanews.id, Jumat (15/7/2022).
Selain tempat sampah yang dijual seharga Rp25-30 ribu, Nor juga membuat beberapa kerajinan dari limbah tali peti kemas seperti tas belanja Rp15 ribu, keranjang motor Rp250 ribu, satu set meja kursi Rp1,2 juta, kuris, parsel, dan tudung saji.
Nor menerangkan, saat ini ia buka toko mulai pukul 8.30 hingga 15.30 WIB. Calon pembeli juga dapat memesan dengan menghubungi nomor 0813 9095 8575.
Baca juga: Marak Dijadikan Hadiah, Rikka Kebanjiran Rezeki dari Aneka Buket Cantik
“Tidak menjual secara online. Bisanya lewat telpon, seperti tadi ada yang minta nanti siap diantar,” terangnya.
Sampai saat ini, kerajinan dari limbah tali peti kemas milik Nor tak hanya diminati oleh kalangan lokal saja, karena pelanggannya sudah ada yang dari Jakarta, Tangerang, dan luar Jawa, seperti Kalimantan.
“Pesanan banyak ini. Kemarin dari Kalimantan ambil 50 keranjang motor, Tangerang 30 kadang 50 tempat sampah ukuran besar,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

