BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa produk kerajinan dari batok kelapa tampak terpajang di etalase kaca. Tak hanya di dalam etalase, di atas meja yang berada di sampingnya juga terdapat kerajinan lain dengan bahan sama. Dari sekian produk itu, yang paling menarik perhatian adalah relief wajah Sang Proklamator, yakni Bung Karno.
Relief itu berbeda dengan yang sudah ada, sebab terbentuk dari susunan batok kelapa yang sudah dipotong kecil-kecil. Melihat relief tersebut sudah terbayang bagaimana kerumitannya saat proses penyusunan.
“Prosesnya memang rumit dan butuh waktu antara tiga hari sampai sepekan untuk menyelesaikan satu relief wajah yang terbuat dari batok kelapa,” ujar Tiar Bachroni pengrajin batok kelapa sekaligus owner dari Oni Made Craft, Rabu (11/5/2022).
Baca juga: Unik, Bra Batok Kelapa Produksi Oni Ini Tembus Pasar Mancanegara
Menurutnya, bagian yang menggunakan batok kelapa adalah peci, rambut, alis, hidung, bibir, kuping, dagu, dan dasi. Sedangkan wajah dan bagian tertentu dibentuk dengan serbuk bambu agar terlihat putih.
“Tak hanya relief wajahnya, bahkan bingkainya pun terbuat dari batok kelapa. Di sekeliling relief Bung Karno saya kasih garis yang terbuat dari enceng gondong,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Oni itu menuturkan, selain relief wajah ia juga membuat relief dengan pemandangan alam. Menurutnya, ide bikin relief dari batok kelapa itu muncul pada 2020 tapi diwujudkannya pada 2021.
“Relief wajah dan pemandangan alam dari susunan batok kelapa itu sebagai pengembangan usaha kerajinan yang saya tekuni selama ini. Sebab saya ingin membuat karya yang rumit dan tidak mudah ditiru,” beber warga gang 2, Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut.
Untuk harga, ia mematok antara Rp750 ribu sampai Rp1,5 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.
Baca juga: Oni Kreasikan Batok Kelapa jadi Aneka Kerajinan yang Keren
“Biasanya saya bikin itu ukuran 30 X 40 centimeter dan 60 X 80 centimeter. Namun, jika ada pesanan dengan ukuran lebih besar, kami siap mengerjakan yang penting harganya cocok,” kata pria lajang tersebut.
Dia mengaku, belum begitu mengkomersialkan produk kerajinan relief dari batok kelapa tersebut. Karena selain rumit, proses pembuatannya memakan waktu cukup lama. Ia mengaku, hanya membuat relief dari batok kelapa saat ada pesanan saja.
“Soalnya saya juga harus melayani pesanan kerajinan batok kelapa lainnya. Kalau saya bikin relief dari batok kelapa tapi nggak ada pemesannya, kan buang waktu dan pesanan lain tidak kepegang. Kecuali kalau pesanan, saya siap mengerjakannya. Soalnya sudah pasti laku,” tandas Oni.
Editor: Ahmad Muhlisin

