31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda UMKM Oni Kreasikan Batok...

Oni Kreasikan Batok Kelapa jadi Aneka Kerajinan yang Keren

BETANEWS.ID, KUDUS – Pot bunga yang terbuat dari batok kelapa tampak tertata rapi di bagian depan sebuah rumah yang berada di Desa Ngemplak RT 2 RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sementara, di bagian dalam rumah, sang pemilik rumah yakni Tiar Bahroni (26) sedang memotong batok kelapa menggunakan mesin.

Di sela kesibukannya, perajin batok kelapa yang akrab disapa Oni tersebut bersedia berbagi informasi tentang usaha yang dirintis sejak Agustus 2017 lalu itu. Dia mengatakan, awal mula dirinya menekuini kerajinan tersebut, lantaran terinspirasi dengan banyaknya limbah batok kelapa milik tetangganya.

Proses pembuatan kerajinan dari batok kelapa oleh Tiar Bahroni. Foto: Kaerul Umam

Baca juga : Andalkan Medsos, Kerajinan Batok Kelapa Milik Warga Ngemplak Mendunia

“Awalnya saya lihat banyak batok kelapa milik tetangga yang berserakan, dan jika dijual begitu saja, nilainya tidak seberapa. Dari situ saya mempunyai ide untuk dijadikan kreasi. Karena sebenarnya saya juga suka seni,” bebernya kepada betanews.id, Kamis (14/1/2021).

Oni mengungkapkan, untuk pembuatan kerajinan dari batok kelapa tersebut, dirinya memerlukan waktu paling singkat 5 menit hingga 1 jam paling lambat. Tergantung tingkat kesulitan dari kreasi yang dibuat tersebut.

“Adapun produk yang sudah saya buat meliputi, tas, hesper, gelang, cincin, gantungan kunci, asbak, tempat pensil, tempat tisu, mangkok, cangkir, gelas, celengan, lampu, jam dinding, centong, sendok, garpu, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk harga, menurutnya cukup terjangkau. Misalnya, sleeping bag Rp 25 ribu, tas pegangan kayu Rp 30 ribu, hesper Rp 3 ribu, gelang Rp 10 ribu, cincin Rp 10 ribu, aksesoris mulai Rp 2 ribu hingga Rp 30 ribu, mangkok Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu tergantung volume. Kemudian, cangkir Rp 10 ribu, irus Rp 8 ribu, wawal Rp 10 ribu, gelas Rp 8 ribu, celengan Rp 25 ribu, lampu Rp 70 ribu hingga Rp 300 ribu, jam dinding Rp 90 ribu, centong Rp 4 ribu, sendok Rp 3 ribu, garpu Rp 3,5 ribu.

Baca juga : Unik, Soto Kudus dalam Batok Kelapa Ini Nikmatnya Bikin Lidah Bergoyang

Dalam sehari, lanjut Oni, dirinya bisa menghasilkan 150 produk. Sedangkan untuk pemasarannya, dia memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram dengan akun @oni.made sebagai jembatan jualnya.

“Saya ingin daerah saya ini menjadi Kampung Batok dan ingin memberdayakan masyarakat setempat dengan menjadi perajin batok. Pesan saya, selalu semangat dalam keadaan apapun. Kendala dan keluhan hanya bagi orang yang lemah yang tidak ingin menikmati kehidupan di dunia,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler