31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKisahKisah Owner Awkulit,...

Kisah Owner Awkulit, Merintis Bisnis Kulit Ayam Krispi dari Dapur Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli tampak mengantre untuk memesan menu kulit ayam krispi di kedai Awkulit yang berada di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus. Kedai yang dominan dicat dengan warna merah tersebut, memiliki menu andalan kulit krispi yang kini ramai diminati oleh pecinta kuliner.

Setidaknya, dalam sehari menu kulit ayam krispi bisa terjual hingga 400 kotak. Belum lagi dengan menu lainnya yang ada di tempat tersebut.

Pembeli tampak antre memesan menu di Awkulit. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Awkulit, Rajanya Kulit Krispi Spesial dengan Nasi Daun Jeruk

- Ads Banner -

Laksamana Pratama Putra (28), Owner Awkulit pun menceritakan bagaimana awalnya ia merintis bisnis kuliner tersebut hingga bisa seperti sekarang ini.

“Buka bisnis ini awalnya untuk mengisi waktu luang istri saya saja. Karena istri saya suka memasak, akhirnya kita berdua sepakat membuat usaha kuliner nasi kulit ayam krispi,” jelasanya, Sabtu (20/11/21).

Laksamana menjelaskan, awal ia dan istri merintis usaha ini, hanya memanfaatkan dapur rumah sebagai tempat produksi. Kemudian, produknya itu ia pasarkan melalui online, seperti Grab dan Gojek saja.

“Awal jual Juli, kita handle berdua, awalnya open PO. Karena semakin banyak, kita jual ready stok, dengan mengandalkan penjualan online saja,” ujarnya.

Ia pun menceritakan, ketika awal-awal membuka usaha itu, ia masih kesulitan mencari bahan baku kulit ayam.

“Yang paling sulit, mencari bahan bakunya. Pertama dapatnya dari Surabaya. Jadi, dulu setelah pulang kerja, malamnya saya di terminal nungguiin bus yang mengantar kulit pesanan saya,” tambahnya.

Namun, bahan baku yang ia dapatkan ketika itu, ternyata tidak sesuai dengan ekspektasinya, yaitu soal kualitas. Sebab, kulit ayam yang didapat banyak lemaknya dan bulunya belum bersih, sehingga dua kali kerja.

“Udah mahal, kualitas jelek. Sampai akhirnya cari dan ketemu yang sesuai, murah dan kualitasnya lebih bagus,” jelasnya.

Baca juga : Ayam Geprek Sadis Abis Terkenal Krispi dan Renyah, Pedasnya Menggugah Selera

Karena semakin hari penjualan semakin banyak, Laksamana pun mulai merekrut satu karyawan, dan akhirnya saat ini ia mempunyai 10 karyawan setelah satu tahun berjalan.

“Satu tahun berjalan dan punya 10 karyawan. Dulu kita jualannya masih di rumah, jadi dapur dan ruang tamu penuh dengan barang Awkluit. Tetapi Alhamdulillah, setelah buka satu tahun lebih, karena kita sudah punya resep yang paten dan peminatnya pun makin banyak, akhirnya kita membuka outlet pertama kita,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler