BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus disebut masih kekurangan guru dalam jumlah cukup banyak. Bahkan, kebutuhan tenaga pendidik di Kota Kretek ini mencapai ratusan.
Hal itu diungkap oleh Bupati Kudus Hartopo ketika menutup masa orientasi tenaga Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski tenaga PPPK yang dinyatakan lulus itu didominasi oleh guru, namun kebutuhan guru Kabupaten Kudus masih cukup banyak.
“Kebutuhan guru di Kabupaten Kudus masih kurang sekitar 300 orang. Oleh karenanya, di tahun 2023 kita fokuskan perekrutan tenaga PPPK itu untuk guru dan tenaga kesehatan,” ujar Hartopo kepada awak media.
Baca juga: 474 PPPK di Kudus Langsung Diberikan Kontrak Lima Tahun
Jika kebutuhan kekurangan guru di Kabupaten Kudus diungkap secara gamblang jumlah kekurangannya, tidak begitu dengan jumlah kebutuhan tenaga kesehatan. Hartopo hanya mengatakan, bahwa tenaga kesehatan di Kudus juga kurang banyak.
“Selain guru yang kurang, tenaga kesehatan di Kudus juga kurang lumayan banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus, Putut Winarno mengatakan, kekurangan guru di Kabupaten Kudus tiap tahunnya itu antara 350 sampai 400. Namun, untuk tahun ini dari 472 tenaga PPPK yang dinyatakan lulus itu, 422 di antaranya adalah guru, sementara tenaga kesehatan hanya 26 orang saja.
“Nanti di tahun 2023 kebalikannya, tenaga kesehatan yang akan diprioritaskan. Sebab, tenaga kesehatan di Kudus kurangnya juga sangat banyak,” ujar pria yang akrab disapa Putut tersebut.
Baca juga: 472 Tenaga PPPK Dinyatakan Lulus, Bupati Kudus Ingatkan Pentingnya Empat Sehat Lima Sempurna
Terkait jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan, Putut mengaku, masih proses perhitungan, serta penentuan formasi tenaga kesehatan sektor apa yang paling dibutuhkan. Namun, ia memperkirakan tak sampai 600 orang.
“Kebutuhan tenaga kesehatan di Kudus tahun 2023 kurangnya sekitar 520 orang. Itu sesuai kemampuan keuangan Pemkab Kudus,” ungkapnya.
Editor: Kholistiono

