BETANEWS.ID, KUDUS – Masa orientasi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Kudus periode 3 Oktober sampai dengan 9 Desember 2022 resmi ditutup pada Jumat (23/12/2022). Sebanyak 472 PPPK tahun anggaran 2022 dinyatakan lulus semua.
Penutupan masa orientasi tersebut dilakukan oleh Bupati Kudus HM Hartopo. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota Kretek itu mengucapkan selamat sekaligus berpesan, agar ilmu yang didapat para PPPK bisa diterapkan di lokasi mereka bekerja.
“Ilmu yang didapat ketika masa orientasi terapkanlah di tempat kerja kalian. Jadilah leadership dan pintar dalam manajerial,” ujar Hartopo dihadapan ratusan PPPK.

Baca juga: 474 PPPK di Kudus Langsung Diberikan Kontrak Lima Tahun
Selain itu, ia juga menegaskan, jadi PPPK itu tentang pengabdian. Artinya, bekerja dan mengabdi untuk melayani masyarakat serta harus punya integritas yang baik.
“Kerja jadi PPPK adalah pelayan masyarakat. Jadi harus punya integritas yang baik, serta melayani masyarakat dengan baik pula,” tandas Hartopo.
Ia juga mengingatkan, agar para PPPK ini punya wawasan kebangsaan yang baik, untuk mencintai bangsa dan negara. Serta yang tak kalah penting harus punya etos kerja empat sehat lima sempurna.
“Empat sehat lima sempurna itu, jujur, disiplin, loyal, kemauan kerja, dan pintar. Kelima etos kerja ini harus dilaksanakan, jangan hanya pintar saja tapi tidak loyal,” tandasnya.
Ia mengatakan, bahwa PPPK ini dikontrak selama lima tahun. Oleh karenanya harus bekerja dengan baik agar bisa diperpanjang lagi. Sebab, setiap tahun nanti kinerja para PPPK akan dievaluasi setiap tahun.
“Kinerja PPPK akan dievaluasi tiap tahunya. Jika ada masalah bisa tak diperpanjang dan diberhentikan di tengah jalan. Oleh kareanya, bekerjalah dengan baik dan melayani masyarakat,” imbuhnya.
Baca juga: Hartopo Janji Akan Perpanjang Masa Kontrak PPPK Jika Jadi Bupati Kudus Lagi
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus, Putut Winarno mengatakan, jumlah PPPK yang ikut orientasi dan lulus pada tahun anggaran 2022 ada 472 orang. Paling banyak terdiri dari jabatan guru 422 orang dan tenaga kesehatan 26 orang.
“Kemudian, 19 orang jabatan penyuluh pertanian. Serta lima orang tenaga teknis lainnya,” ujar Putut.
Editor: Kholistiono

