31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Jembatan Apung Setrokalangan Resmi Beroperasi, Tarifnya Rp 2 Ribu Sekali Lewat

BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan apung Setrokalangan-Kedungwaru Lor penghubung antara Kabupaten Kudus dan Demak resmi dibuka. Jembatan yang melintas di atas Sungai Wulan sepanjang 80 meter itu pun akan dikomersilkan bagi siapa saja yang melintas.

Peresmian jembatan dilakukan secara simbolis oleh Camat Karanganyar, Kepala Desa Setrokalangan dan Kepala Desa Kedungwaru dengan melakukan pemotongan pita. Setelahnya, dilakukan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim.

Pembangunan jembatan apung tersebut memang melibatkan tiga pemangku kepentingan. Terdiri dari Desa Setrokalangan, Kudus, Desa Kedungwaru Lor, Demak dan pihak investor dari Bumi Ayu, Jawa Barat.

-Advertisement-
Peresmian jembatan apung Setrokalangan. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Melihat dari Dekat Proses Pembangunan Jembatan Apung di Sungai Lusi Sepanjang 70 Meter

Perwakilan investor yakni Yahya Maulana mengatakan, bersyukur jembatan apung sudah resmi dibuka dan beroperasi. Nantinya, jembatan tersebut dikomersiklan dengan tarif Rp 2 ribu sekali lewat.

“Untuk motor tarifnya Rp 2 ribu sekali lewat. Mau boncengan berapapun orangnya, tarif tetap Rp 2 ribu. Tarif tersebut untuk pekerja atau pun warga, tapi untuk pelajar kami gratiskan,” ujarnya kepada awak media, Senin (12/12/2022).

Yahya mengungkapkan, jembatan apung tersebut nantinya beroperasi selama 24 jam. Sudah dilengkapi dengan lampu, infrastruktur jalan penopang juga mulai proses pembetonan.

“Sehingga nanti warga yang melintas tidak usah khawatir jalannya becek atau gelap. Semua sudah kami siapkan dengan baik,” bebernya.

Sementara itu, warga yang melintas yakni Siti Rukayah mengaku senang adanya jembatan apung tersebut. Sebab, jembatan apung itu sangat membantu kegiatan warga sekitar terutama para buruh rokok seperti dirinya.

“Bagi saya ini sangat membantu warga, terutama buruh rokok Demak yang setiap hari bekerja di Kudus. Dengan adanya jembatan ini, kami bisa memangkas jarak dan memangkas waktu,” ujar warga Desa Kedungwaru Lor tersebut.

Baca juga: Jembatan Apung Dibangun di Sungai Lusi, Jadi Jalan Pintas Warga Demak dan Kudus

Sebab, kata dia, jika harus memutar melalui Jalan Pantura, ia dan rekannya sesama buruh rokok harus berangkat kerja pukul 4.00 WIB. Namun, dengan adanya jembatan apung ini ia bisa berangkat kerja agak siangan.

“Kalau lewat jalur Pantura kami butuh waktu 45 menit bisa sampai pabrik. Kalau lewat jembatan ini tak sampai setengah jam sudah sampai pabrik rokok, tempatku bekerja,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER