31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaKUDUSJembatan Apung Dibangun...

Jembatan Apung Dibangun di Sungai Lusi, Jadi Jalan Pintas Warga Demak dan Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dan Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus yang biasanya menggunakan jasa perahu untuk menyeberang ke dua wilayah tersebut, sebentar lagi tak menggunakan perahu. Sebab, saat ini sedang dibangun jembatan apung mirip milik Haji Endang di Kabupaten Kerawang yang sempat viral beberapa waktu lalu, karena beromzet Rp 25 juta per hari.

Perangkat Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak yakni Sukron mengatakan, pembangunan jembatan apung sudah berjalan sekitar dua pekan dan sebentar lagi selesai. Nantinya dengan adanya jembatan apung ini warga Kedungwaru Lor dan sekitarnya yang akan ke Kudus atau sebaliknya tak perlu lagi menyeberang menggunakan perahu.

Proses pembangunan jembatan apung di Sungai Lusi. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Pangkas Jarak dan Waktu, Jembatan Sesek Ini Jadi Penyambung Perekonomian Warga Dua Kabupaten

“Nantinya warga yang mau menyeberang ke Kudus atau sebaliknya tak perlu naik perahu. Langsung lewat jembatan apung dengan mengendarai motor dan tak perlu antre, seperti saat menggunakan perahu,” ujar Sukron kepada Betanews.id ketika ditemui di lokasi pembangunan jembatan apung, Senin (28/11/2022).

Sukron menuturkan, sebelumnya warga Desa Kedungwaru Lor dan sekitarnya yang akan ke Kudus atau pun sebaliknya, untuk memangkas jarak, mereka memilih biasa menyeberangi Sungai Lusi menggunakan perahu eretan di musim hujan atau melalui jembatan sesek di kala musim kemarau. Sebab, jika melalaui jalan Pantai Utara (Pantura) jarak yang ditempuh terlalu jauh.

“Dengan adanya jembatan apung, warga yang menyeberangi Sungai Lusi ke Kudus bisa lebih cepat dan nyaman. Karena nantinya jembatan apung ini bisa dilewati seperti jembatan pada umumnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, jembatan apung di bangun oleh investor dan kerja sama tiga desa. Terdiri dari dua desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dan satu desa di Kabupaten Kudus.

“Sama dengan perahu penyeberangan, nantinya warga yang melintas di jembatan apung ini juga dikenakan biaya. Namun, tetap ongkosnya sangat terjangkau. Hasilnya akan dibagi sesuai ketentuan antara investor dan tiga desa terkait,” jelasnya.

Dia mengatakan, jembatan apung itu mengapung menyeberangi Sungai Lusi sepanjang kurang lebih 70 meter dengan lebar 2,5 meter. Sehingga cukup lebar untuk simpangan dua motor.

Baca juga: Persingkat Perjalanan, Banyak Warga Pilih Lewati Jembatan Sasak Sungai Wulan Ketimbang Jalur Utama

“Bahan jembatan menggunakan kayu mahoni, dengan alat pengapung menggunakan drum. Tenaga pembangunan jembatan apung didatangkan dari Kabupaten Brebes yang memang sudah pengalaman membangun jembatan apung,” bebernya.

Dengan adanya jembatan apung, dia berharap, ekonomi semakin meningkat. Terutama bagi para pekerja atau buruh rokok ongkos transportasinya lebih murah dan perjalanannya lebih cepat dan lebih hemat waktu.

“Ke depan, rencananya di sekitar jembatan akan kami kembangkan rumah makan apung. Tujuannya agar bisa meningkatkan pendapatan warga sekitar,” harapnya.

Editor: Kholistiono

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler