31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Persingkat Perjalanan, Banyak Warga Pilih Lewati Jembatan Sasak Sungai Wulan Ketimbang Jalur Utama

BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan sasak yang melintasi Sungai Wulan jadi jalur alternatif warga Kedungwaru Lor, Kedungwaru Kidul, Tugu, Kotakan, dan Gempol Songo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak ketika ingin pergi ke Kabupaten Kudus. Bagi mereka, melintasi jembatan dari bambu itu bisa mempersingkat waktu perjalanan ketimbang melintasi jalur utama.

Neka misalnya. Warga Kotakan itu memilih membayar Rp2 ribu untuk lewati jembatan sasak daripada melewati jalan yang memutar untuk sampai di Kudus. Menurutnya, waktu perjalanan menuju pabrik di mana ia kerja bisa menghemat waktu sampai 20 menit.

Seorang warga sedang melintasi jembatan sasak Sungai Wulan. Foto: Sekarwati.

“Lebih dekat lewat sini, daripada lewat pantura setengah jam, kalau lewat sini 10 menit sampai pabrik,” katanya pada betanews.id, Sabtu (1/10/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Jembatan Sasak di Bengawan Solo Ini Jadi Jalur Alternatif Ribuan Warga Solo-Sukoharjo Setiap Hari

Penjaga jembatan sasak, Muhdi mengatakan, jembatan itu buka setiap hari dari pukul 6.00 hingga 21.00 WIB. Setiap pengendara yang lewat ditarik tarif Rp2 ribu.

“Pengendara yang lewat ditarik Rp2 ribu. Tapi kalau misal ada yang tidak punya uang ya jalan, anak sekolah ya gratis,” ungkapnya.

Menurut Muhdi, penarikan uang bukan berarti bisnis. Ia menjelaskan, justru dengan adanya jembatan alternatif itu dapat membantu masyarakat yang bekerja di Kudus. Apalagi, setiap hari ada 500 lebih karyawan pabrik rokok yang melintasi jembatan sasak tersebut.

Baca juga: Sidak Pembangunan Jembatan Wonosoco, Bupati Pastikan Pengairan ke Sawah Petani Tetap Aman

“Justru dari kami tidak ada bisnis atau yang lain, tapi membantu masyarakat Demak yang mau lewat untuk bekerja. Misal pemerintah mau mengambil alih saya malah senang dan mendukung,” jelasnya.

Ketika memasuki musim hujan, jembatan sasak Sungai Wulan tidak bisa dilewati oleh pengendara. Akan tetapi, ia menyediakan perahu untuk menyaberang.

“Kalau pas hujan otomatis tidak bisa lewat, karena jalanan becek dan licin. Tapi bisa pakai perahu untuk yang jalan kaki,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER