31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSOLOJembatan Sasak di...

Jembatan Sasak di Bengawan Solo Ini Jadi Jalur Alternatif Ribuan Warga Solo-Sukoharjo Setiap Hari

BETANEWS.ID, SOLO – Para pengendara roda dua tampak antre menyeberangi Sungai Bengawan Solo melewati jembatan sasak atau sesek dari bambu, Jumat (30/9/2022). Jembatan yang jadi penghubung Kampung Sewu, Jebres, Kota Solo dengan Desa Gadingan, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo itu digunakan sebagai jalur alternatif warga setempat sejak sebulan terakhir.

Pasalnya, dua jembatan yang biasa dilalui masyarakat untuk menyeberang dari Solo menuju Sukoharjo maupun sebaliknya sedang diperbaiki, yakni Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug.

Jembatan sesek tersebut terbuat dari material bambu yang dianyam. Kemudian, di bagian bawahnya diberi jeriken dengan ukuran besar yang berfungsi sebagai pelampung.

- Ads Banner -

Baca juga: PKL TSTJ Harus Pindah, Ini 5 Lokasi yang Disiapkan Disdag Solo

Untuk menjaga agar jembatan tersebut tetap kokoh, jembatan juga diikat dengan tali yang sudah dikaitkan ke kedua sisi sungai. Selain itu, agar pengendara merasa aman, jembatan juga diberi pengaman di bagian sampingnya berupa pagar dari bambu.

Jembatan Sasak itu berhasil menjadi salah satu pilihan alternatif bagi masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan ribuan orang yang melintasi jembatan itu setiap harinya.

Untuk melewatinya, masyarakat hanya perlu membayar uang sebesar Rp2 ribu saja. Untuk menjaga kemananan, ada banyak relawan dari warga sekitar yang berjaga dan membantu masyarakat jika kesulitan melintas.

Salah seorang tim relawan, Gong Lik memastikan bahwa setiap hari jembatan tersebut selalu dilakukan pemeriksaan oleh para relawan. Terlebih setelah hujan yang mengakibatkan debit air Bengawan Solo naik.

Baca juga: Dulu Sering Hanyut Akibat Lahar Dingin, Kini Jembatan di Magelang Ini Jadi Jalur Evakuasi

“Setiap hari, setiap malam ada (pengecekan bambu). mayoritas itu kita kerjakan di malam hari soalnya sepi, jadi kita mengerjakan yang rusak kita ganti,” katanya.

Gong Lik menyebut, saat ini ada ribuan masyarakat yang melintasi jembatan tersebut setiap harinya. Untuk menjaga agar tetap kondusif, pihaknya membatasi hingga 10 kendaraan saja yang melintas dalam satu waktu.

“Jembatannya saat ini masih aman setiap pagi kita atur kita lewatkan 10 kendaraan kita kasih jarak, 10 lagi kita kasih jarak. Setiap hari di samping ada juga orang yang menolong untuk supaya motor bisa naik,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler