31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

PKL TSTJ Harus Pindah, Ini 5 Lokasi yang Disiapkan Disdag Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo telah menyiapkan lima pasar untuk lokasi baru pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Kepala Disdag Kota Solo Heru Sunardi membeberkan, kelima pasar tersebut adalah Pasar Pucangsawit, Pasar Tanggul, Pasar Jebres, Pasar Ngemplak, dan Pasar Rejosari.

“Jadi terkait rencana penawaran dari Disdag terkait dampak penataan TSTJ yang mana akan memindahkan 183 PKL. Itu Disdag berkoordinasi dengan TSTJ menyiapkan beberapa titik lokasi untuk berjualan mereka,” kata Heru ditemui di ruangannya, Kamis (29/9/2022).

Heru memastikan kelima lokasi tersebut cukup untuk menampung 183 PKL. Menurutnya, pertimbangan memilih tempat itu karena pasar-pasar tersebut merupakan yang paling memungkinkan untuk menampung para pedagang beserta beberapa jenis dagangannya.

-Advertisement-

Baca juga: PKL Taman Satwa Taru Jurug Tolak Pindah ke Sejumlah Pasar Tradisional di Solo

“Kenapa saya tawarkan pasar-pasar itu, karena masih ada potensi kosong ditempati. Kalau pasar-pasar lainnya kan sudah jenuh sudah full,” ujarnya.

Jika rencana tersebut dilaksanakan, lanjut Heru, pedagang nantinya juga harus berjualan sesuai sengan zonasi pasar yang telah ditentukan.

“Mereka harus beralih usaha, karena pasar sudah diatur zonasinya, kedua jenis jualannya. Kalau mereka jualannya di situ jualannya sayur atau sembako ya harus jualnya itu. Dan itu sudah saya sampaikan saat sosialisasi,” paparnya.

Terkait data PKL, Heru mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap 183 PKL di TSTJ. Pihaknya juga akan membantu pedagang untuk memilih lokasi baru sesuai zona dagangannya.

“Kalau mau sayur bisa, mau gerabahan bisa, mau ayam ada, daging, seperti itu, tak goleke nggon (saya carikan tempat-red). Saya sudah kirim data, nanti tinggal mereka mau milih pilih mana,” paparnya.

Baca juga: TSTJ Ditutup Total Bagi Pengunjung Selama Proses Revitalisasi

Selain 5 pasar tersebut, Heru juga mengusulkan Selter Manahan juga bisa digunakan oleh para PKL. Kendati demikian, PKL harus bersabar lantaran harus bergantian shift dengan pedagang yang sudah diberikan hak menempati selter baru itu di siang hari.

“Selter Manahan itu peluang, karena Pak Wali menghendaki carikan solusi lainnya, peluang kami ada di sana. Namun kami perlu mengoordinasikan dengan pedagang-pedagang yang sudah terdata dan masuk situ, nanti kalau sudah dua shift akan bisa kita alihkan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER