31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSOLOPKL Taman Satwa...

PKL Taman Satwa Taru Jurug Tolak Pindah ke Sejumlah Pasar Tradisional di Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Para pedagang kaki lima (PKL) yang menempati Kawasan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) resah lantaran akan dipindah ke sejumlah pasar tradisional di Solo. Pemindahan tersebut merupakan salah satu imbas dari revitalisasi objek wisata itu.

Ketua Paguyuban Bakul Taman Jurug (PBTJ) Sarjuni mengatakan, pihaknya menentang rencana pemindahan 183 PKL dari TSTJ karena para pedagang tidak merasa melanggar perundang-undangan yang ada.

Salah satu PKL di Taman Satwa Taru Jurug. Foto: Khalim Mahfur

Untuk itu, pihak PBTJ  meminta penggelola dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tetap mengizinkan PKL dapat melanjutkan berjualan di lokasi tersebut karena sudah menempatinya selama puluhan tahun.

- Ads Banner -

Baca juga: TSTJ Ditutup Total Bagi Pengunjung Selama Proses Revitalisasi

“Kalau bertentangan dengan perundang-undangan yang ada, ya kita mundur. Karena kami tidak merasa melanggar perundang-undangan maka kita sesuai HAM, itu alasan kami,” tegas Sarjuni, Jumat (23/9/2022)

Menurut Sarjuni, para PKL siap melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo. Mereka ingin, melalui pertemuan tersebut bisa dapat solusi terbaik.

“Kami ngeyelnya itu bukan tanpa beralasan. Kami juga membentuk tim pengacara untuk melakukan langkah berikutnya. Ini kan penggelolaan bukan swasta, tetap (UPTD) TSTJ,” papar Sarjuni.

Terkait penolakan para PKL, Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo menjelaskan bahwa lokasi jualan mereka di dalam TSTJ merupakan jalur pejalan. Lokasi tersebut nantinya juga akan lebih banyak dimanfaatkan sebagai tempat konservasi.

Baca juga: 2 Bayi Owa Ungko Menambah Koleksi TSTJ Solo

“Ya memang lebih banyak tempat ini digunakan untuk area konservasi. Misalkan bertahan di sana itupun bukan tempat jalan kaki lagi, itu jadi tempat kandang tempat atraksi lain. Mau enggak mau bakal tergusur juga, peruntukannya bukan untuk PKL lagi,” kata Bimo.

“Intinya kami sampaikan sosialisasi kebijakan wali kota terkait peremajaan TSTJ seperti itu, bahwa PKL direlokasi ke tempat yang disediakan Disdag (Dinas Perdagangan Solo). Peremajaan ini kan bukan investor, ini dapat hibah dari yayasan. Soal kebijakan kan dari wali kota, sehingga kami menjalankan dan mensosialisasikan seperti hari ini,” tutup Bimo.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler