31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

2 Bayi Owa Ungko Menambah Koleksi TSTJ Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Koleksi fauna Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo bertambah dengan kelahiran 2 Owa Ungko (Hylobates Agilis), baru-baru ini. Primata-primata itu lahir pada Mei dan Juli 2021. Keduanya lahir dari 2 pasangan induk, yang sebelumnya dijodohkan

Untuk bayi Owa yang lahir pada Juli 2021, menurut Dokter Hewan di TSTJ, Nalya Yustika Indani, bayi owa tersebut merupakan hasil dari perjodohan dari owa jantan yang bernama Galuh dan betina yang bernama Ratna.

Pengunjung TSTJ Solo sedang melihat Owa Ungko yang ada di tempat tersebut. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga : Setelah Anak-Anak Boleh Masuk, Taman Satwa Taru Jurug Langsung Ramai Pengunjung

“Usai melahirkan, Ratna dan anaknya kami diletakan di kandang karantina. Setelah kondisi ibu dan anaknya oke, bulan Oktober kemarin baru kita pindah ke kandang display,” ungkap Nalya, Rabu (29/12/2021).

Diketahui, indukan owa betina tersebut merupakan hewan asli di TSTJ, namun indukan owa jantan tersebut merupakan hewan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Setelah menjalani karantina, kedua indukan tersebut cocok. Kemudian, owa betina yang bernama Ratna tersebut akhirnya hamil dan selanjutnya melahirkan.

Saat ini, bayi owa tersebut sudah berumur sekitar lima bulan. Untuk dapat diletakkan di kandang yang di display, Nalya menjelaskan bayi dan juga indukan owa tersebut butuh adaptasi terlebih dahulu.

“Karena kan untuk induknya dan anaknya nggak bisa langsung ditaruh di display karena kan takut stres, jadi kami menghindari stres, shock, sehingga kesehatan induk dan anaknya juga tetap aman. Makanya kita butuh waktu dari karantina,” lanjutnya.

Nalya mengatakan, belum ada rilisan resmi tentang nama bayi owa tersebut. Ia juga mengatakan, hingga saat ini juga belum bisa diketahui jenis kelamin dari bayi owa itu.

Baca juga : Bantu Cukupi Gizi Hewan, iLuFA Beri Donasi Rp26 Juta untuk Taman Satwa Taru Jurug

“Owa itukan primata yang protektif kepada anaknya. Jadi dia lebih seneng untuk meluk anaknya terus, jadi kadang masih belum keliatan. Kalau dipeluk terus biasanya induknya protektif karena nggak mau direbutkan. Kita masih belum bisa membatasi tindakan terhadap mereka,” terangnya.

Dengan bertambahnya owa tersebut, saat ini, total owa yang ada di Taman Satwa Taru Jurug berjumlah tujuh ekor. Owa-owa tersebut selain didatangkan dari luar, juga ada yang sudah berkembang biak di taman satwa tersebut.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER