31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sidak Pembangunan Jembatan Wonosoco, Bupati Pastikan Pengairan ke Sawah Petani Tetap Aman

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan baru yang menghubungkan Desa Berugenjang – Wonosoco, Kecamatan Undaan. Namun, proses pembangunan tersebut saat ini terkendala oleh aliran air sungai dari Waduk Kedungombo untuk irigasi sawah.

Bupati Kudus HM Hartopo yang datang meninjau langsung proses pembangunan jembatan tersebut, memastikan bahwa jembatan penghubung Desa Wonosoco dan Desa Berugenjang itu akan rampung tepat waktu.

Di area ini akan dibangun jembatan yang menghubungkan Desa Wonosoco dan Berugenjang. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Karangsambung Ternyata Butuh Dana Rp30 Miliar

-Advertisement-

“Secepatnya akan selesai tepat waktu, ini masih tahap pembesian. Nanti akan dikesdam dulu, agar aliran air tidak merendam pembangunan, tapi aliran air tetap jalan dengan pompanisasi,” ujar Hartopo kepada awak media, Senin (19/9/2022).

Ia mengungkapkan, pembangunan jembatan itu dipagukan menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 4 miliar. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Gubernur (Bangub).

“Anggarannya Rp 4 miliar. Dana anggaran dari Bangub,” jelas orang nomor satu di Kabupaten Kudus tersebut.

Hartopo memastikan, bahwa selama proses pembangunan jembatan tersebut tidak akan menimbulkan permasalahan di masyarakat. Termasuk tidak mempengaruhi aliran irigasi di masa tanam ke satu.

“Jadi para petani tak perlu khawatir. Selama proses pembangunan jembatan, air irigasi dipastikan tetap mengalir sampai ke sawah, sehingga tidak akan mengganggu masa tanam satu petani,” tandasnya.

Ditanya terkait upaya percepatan pembangunan, Kepala Dinas PUPR Arief Budi Siswanto mengatakan, pembangunan jembatan penghubung Desa Berugenjang – Wonosoco tidak menemui kendala berarti dan ditargetkan selesai tepat waktu.

“Kita tidak perlu lakukan upaya percepatan pembangunan karena sudah sesuai reschedule, target selesai 9 Desember,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, terkait pembangunan jembatan penghubung Desa Berugenjang – Wonosoco saat ini masuk tahap proses abutment. Mengenai urgensi pembangunan jembatan ini untuk penghubung mobilitas antardesa.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Kaliwiso Butuh Anggaran Rp11 M, Akan Jadi Ikon Baru Jepara

“Pembangunan jembatan dengan lebar 5,4 meter dan panjang 12 meter, saat ini telah berjalan 15-17 persen. Jembatan ini untuk akses penghubung antar kedua warga desa,” jelasnya.

Arief menuturkan, berbagai upaya dilakukan Dinas PUPR untuk melaksanakan pekerjaan agar aliran air tetap dapat digunakan masyarakat di tengah persiapan masa tanam ke satu.

“Nanti rencana dikesdam/dewatering (membebaskan area konstruksi dari aliran air tanah). Jadi asumsinya tidak ditambak, tapi semacam pompanisasi,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER