Cegah Stunting, Mawar Hartopo Ajak Remaja di Kudus Rajin Konsumsi Tablet Tambah Darah

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo mengajak remaja di Kudus rajin mengkonsumsi tablet tambah darah sebagai pencegahan dini anak stunting. Hal ini dikatakannya saat membuka kegiatan yang diikuti penggerak PKK dan Forum Generasi Berencana (Genre) di Kafe Susu Moeria, Sabtu (24/12/2022).

“Remaja perempuan yang sering anemia jangan disepelekan walaupun efeknya hanya pusing. Saya pun mengonsumsi tablet tambah darah sampai sekarang,” pesannya.

Mawar Hartopo menghadiri kegiatan sosialisasi stunting yang diikuti penggerak PKK dan Forum Generasi Berencana (Genre) di Kafe Susu Moeria, Sabtu (24/12/2022). Foto: Ist

Tak hanya berhenti di remaja saja, lanjut Mawar, pemberian asupan nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan bayi juga sangat penting. Maka dari itu, para ibu perlu mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan bayi, baik ketika masa kehamilan hingga menyusui.

-Advertisement-

Baca juga: 25 Persen Kasus Stunting di Jateng Berasal dari Keluarga Menengah ke Atas

“Pada usia seribu hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil, tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi si ibu, asupan nutrisi yang baik juga dibutuhkan bayi,” tuturnya.

Mawar Hartopo menambahkan, penanganan stunting saat ini masih menjadi fokus perhatian pemerintah, karena berkaitan langsung dengan sumber daya manusia yang nantinya akan meneruskan keberlangsungan pembangunan bangsa. Generasi muda di masa mendatang harus sehat dan kuat guna mewujudkan bangsa yang maju.

Dokter spesialis anak dr Arif Faiza memaparkan, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada masalah tinggi badan saja. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak, di antaranya adalah pemenuhan kebutuhan dasar anak, yaitu melalui asuh, asih dan asah.

“Asuh mencakup kebutuhan nutrisi untuk kesehatan, melalui imunisasi dan kesegaran jasmani. Asih juga yang sering terlupakan karena ibu-ibu bekerja sehingga kurang memberi perhatian. Asah yakni membutuhkan peran orang tua dalam stimulasi kreativitas anak,” jelasnya.

Faiza menjelaskan, stunting kerap disebabkan karena gangguan gizi jangka panjang atau malnutrisi kronis. Masalah gangguan gizi disebabkan karena keluarga yang tidak mampu atau keluarga yang tidak mengetahui kebutuhan gizi anak.

Baca juga: Ganjar Alokasikan APBN 2023 Jateng Sebesar Rp104 Triliun untuk Tangani Stunting dan Kemiskinan

“Dua penyebabnya karena memang tidak mampu, atau yang mampu tapi tidak tahu mana yang baik untuk bayinya. Saya pernah menjumpai orang tua yang mampu tapi membelikan minuman kemasan dari pada susu untuk anak,” terangnya.

Owner Susu Moeria Feliciana mengungkapkan, pihaknya ikut merasa tergerak dalam membantu upaya pencegahan stunting. Pasalnya, produk-produk olahan susu keluaran Susu Moeria juga sangat berhubungan dengan gizi.

“Ikut mendukung kegiatan ini supaya ibu-ibu mengerti asupan gizi demi tumbuh kembang anak. Saya juga mengucapkan selamat Hari Ibu untuk ibu-ibu hebat di sini,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER