Bangun Semarang Sebagai Kota Seni, Komunitas SSW Gelar Pameran Sketsa

BETANEWS.ID, SEMARANG – Komunitas Semarang Sketchwalk (SSW) yang merupakan perkumpulan sketer Semarang menggelar pameran di Resto Pring Sewu, Kawasan Kota Lama Semarang.

Komunitas yang dibentuk sejak tahun 2015 tersebut, diikuti dari berbagai latar belakang. Mulai dari mahasiswa, guru, dosen, ibu tumah tangga, dokter, pengusaha, dan masih banyak lagi.

Ketua SSW Ratna Sawitri mengatakan, tujuan digelarnya pameran sketchwalk galeri ini untuk menjadikan Semarang menjadi Kota Seni serta untuk menggenalkan bangunan-bangunan serta budaya khas Kota Semarang kepada pengunjung Kota Lama Semarang.

-Advertisement-

Baca juga: Pameran Kune-Kune, Sajikan Karya Seniman Asal Jepang yang Ceritakan Tentang Kebudayaan Indonesia

“Temanya tidak hanya bangunan Semarang saja, tapi juga ada gambar khas Semarangan, seperti kegiatan masyarakat Semarang yang sedang jualan gilo-gilo. Gilo-gilo sendiri adalah jajanan khas Semarangan,” jelasnya.

Karya seni lukis sketch ini pun mempunyai banyak jenis, mulai dari sketch water color, sketch drawing pen dan lain-lain.

“Untuk media sektch ini, kita ada yang dari kertas dan kanvas. Jenis warnanya juga beragam, ada yang pakai water color, drawing pen dan masih banyak lagi,” ucapnya.

Di pameran kali ini, ia mengatakan, ada 25 karya seni. Rencananya, pameran ini berlangsung satu bulan, yakni mulai 18 Desember 2022 sampai 18 Januari 2023.

Setelah pameran ini selesai, Ratnua mengaku, nantinya akan ada pameran lagi setiap bulannya dengan tema yang berbeda-beda.

“Karena kita ingin mengembangkan Semarang sebagai Kota seni, kita akan membuat pameran seni setiap bulanya dengan tema yang berbeda-beda. Pameran ini kita buka gratis, siapa pun bisa langsung masuk di resto Pring Sewu. Dalam pameran ini kita juga menjual karya-karya kita,” ujarnya.

Baca juga: Edukasi Publik Soal Moderasi Beragama Lewat Pameran Komik

Sementara itu, salah satu anggota SSW Hari Suryo mengatakan, dalam pameran ini, ia menggambar bangunan Pagoda Watugong.
Alasan memilih bangunan tersebut, karena Pagoda Watugong merupakan bangunan langka di Indoesia.

“Pembuatan gambar pagoda ini hanya 1 jam, yang lama itu mencari inspirasi dan konspenya,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER