BETANEWS.ID, SEMARANG – Semarang Gallery pada akhir tahun ini kembali menggelar pameran seni kontemporer dengan menyajikan karya-karya Kanoko Takaya, seniman asal Kyoto, Jepang yang sudah tinggal di Bali selama 8 tahun.
Staf Semarang Gallery Wisnu Barata menjelaskan, pameran karya Kanoko Takaya mengambil tajuk ‘Kune-Kune’ atau dalam bahasa Indonesia berarti lika-liku.
Ia menjelaskan, karya Kanoko ini merupakan cara pandang Kanoko sebagai seniman luar dalam menilai dan melihat kebudayaan lokal Indonesia. Pada pameran kali ini, Kanoko menyajikan karya yang mencakup dua periode, yaitu karya awal yang disebut sebagai Indonesian Series dan karya terbarunya yang disebut sebagai Inner Series dan Movement Series.

Baca juga: Perupa Songolikur dan Rupati Gelar Pameran Seni Rupa di Bumiharjo, Desa Terpencil di Kabupaten Pati
“Karya Indonesia Series ini merupakan ungkapan personal Kanoko sebagai seniman dalam menyatakan keterhubungan antara emosional dengan visual-visual tradisional yang ditemuinya di Indonesia,” kata Wisnu.
Dalam karyanya, ia menceritakan terkait budaya Indonesia yang unik dan bebas, karena di Jepang tidak sebebas itu. Seperti lukisan yang menggambarkan kegiatan orang potong rambut, kucing jalanan, minuman khas Bali, dan masih banyak lagi.
Selanjutnya untuk karya terbarunya ini, Kanoko menggabungkan tekstil, kanvas, dakron, resin, benang dan berbagai material menjadi bentuk dan tekstur yang mencitrakan anatomi tubuh yang selalu bergelombang, meliuk, dinamis. Karya-karya tersebut terdiri dari puluhan karya lukisan di atas kertas, kanvas, patung, instalasi dan ragam karya yang dikerjakan dengan menggabungkan berbagai material.
Adapun tujuan adanya pameran ini digelar, yaitu untuk mendukung seniman muda yang berkompeten di seni rupa untuk mengangkat namanya.
“Tujuannya untuk mengangkat namanya dalam berkiprah di dunia seni. Dalam pameran ini total ada 91 karya,” ujarnya.
Baca juga: Edukasi Publik Soal Moderasi Beragama Lewat Pameran Komik
Wisnu menambahkan, pameran diselenggarakan mulai 3 Desember 2022 sampai 5 Febuari 2023, buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai 19.00 WIB.
“Pameran ini berlangsung sampai 5 Febuari 2023. Untuk tiket masuknya setiap orang dikenakan biaya Rp 20 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Sari mengaku takjub dengan hasil karya seniman adal Jepang itu. Sebab karyanya sangat unik dan rapi.
“Saya dari Jakarta, kebetulan memang berkiprah di dunia seni juga. Karyanya sangat luar biasa, unik, detail dan rapi,” akunya.
Editor: Kholistiono

