31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaSEMARANGEdukasi Publik Soal...

Edukasi Publik Soal Moderasi Beragama Lewat Pameran Komik

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di Galeri MUI Jawa Tengah, telihat puluhan karya komik yang dipamerkan untuk mengenalkan moderasi beragama pada masyarakat. Pameran ini diselenggarakan mulai 25 hingga 30 Oktober 2022.

Inisiator dan Koordinator Pameran, Abdullah Ibnu Thalhah mengatakan, tujuan diadakannya pamaeran ini adalah untuk menyampaikan gagasan tentang moderasi, toleransi, serta perdamaian melalui bahasa visual komik.

Kemudian alasan memilik komik sebagai medianya, karena komik merupakan salah satu seni yang populer di masyarakat.

Pameran komik di Galeri MUI Jawa Tengah. Foto: Ist.
- Ads Banner -

Baca juga: Kolaborasi dengan 20 Museum di Indonesia, Museum Ranggawarsita Gelar Pameran Bersama

“Alasan memilih komik, karena komik lebih popular, khususnya pada generasi milenial. Sehingga lewat komik kita bisa menyampaikan ide, berkomunikasi tentang kebangsaan melalui bahasa visual komik yang asyik,” katanya.

Di pameran ini, diikuti pula oleh empat orang komikus terbaik, antara lain, Abdullah Ibnu Thalhah, Djoko Susilo, Diyan Bijac, dan M Saifuddin Ifoed. Selain itu, total ada 60 karya komik yang dipamerkan, baik itu dua dimensi maupun tiga dimensi.

“Komikus-komikus terbaik ini dari Jakarta, Semarang, dan Kendal yang disatukan oleh gagasan yang sama, yang tidak diragukan karyanya. Selain itu, kita juga pamerkan animasi multimedia,” ujarnya.

Karya komik yang dipamerkan, lanjut Abdullah, mengulas tentang basis-basis ideologis dan bagaimana konsep-konsep moderasi dalam beragama. Baik itu dari berbagai sumber kitab suci maupun dari historis agama.

“Kita menemukan, sejatinya agama itu menganjurkan praktik moderasi beragama atau jalan tengah,” ujarnya.

Abdullah mengaku, untuk membuat komik tersebut, ia juga melakukan riset lapangan terlebih dahulu. Dalam risetnya, ia menemukan bahwa Indoesia ternyata telah mempraktikkan moderasi beragama dalam sejarahnya, mulai dari era Hindu, Budha, Islam, Modern dan era Kristiani.

“Semuanya menyerukan kepada jalan tengah, ya. Dan bangsa ini adalah bangsa yang beruntung, karena mempunyai karakter moderasi beragama yang berawal dari spiritual agama,” katanya.

Dalam karya komik yang dipamerkan, terdapat beberapa riset pustaka yang dilakukan dan diterjemahkan dalam bentuk komik yang ringan, asyik dan ada humor. Secara mediatek, pameran ini menyuguhkan nilai yang estetik dan beragam. Sehingga Ia berharap lewat pameran komik ini, pengunjung dapat menangkap pesan yang disampaikan dari berbagai media tersebut.

Baca juga: Peta Semar Gelar Pameran dan Bursa Tosan Aji Nusantara

Sebagai informasi, ModeArt dibuka dari tanggal 25 Oktober malam. Selain itu ada workshop animasi pada 29 Oktober dan Ngomik bareng pada 30 Oktober. Dilakukan di Galeri MUI Jawa Tengah, tepatnya di Kawasan Pustaka Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Semarang.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Lia mengaku dirinya sangat semangat ketika mengetahui ada pameran di dekat sekolah anaknya. Setelah menjemput, anaknya, Ia langsung bergegas menuju ke pameran.

“Pameran ini sangat menarik untuk edukasi anak saya karena ada sejarahnya di pameran komik ini,” ujarnya saat ditemui di Galeri MUI Jawa Tengah setelah menjemput anaknya di TK Hj Isriati Baiturrahman.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler