31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKESEHATANSoal Kasus Gagal...

Soal Kasus Gagal Ginjal Akut, Orang Tua Diimbau untuk Tidak Panik

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, kasus gagal ginjal akut banyak menyerang anak. Merujuk dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah pasien gagal ginjal akut mencapai 324 kasus hingga 5 November 2022. 102 orang sudah sembuh, 194 orang lainnya meningagal ginjal akutl, dan 28 sisanya masih dalam perawatan.

Sekretaris Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Perwakilan Semarang Setya Dipayana menyampaikan, dalam keadaan seperti ini, pihaknya mengimbau kepada orang tua untuk waspada dan tidak panik. Apalagi, saat anak mengalami gejala yang mengarah pada gejala gagal ginjal akut. Sebab menurutnya, gagal ginjal merupakan penyakit yang sudah ada sejak dulu, bahkan pada anak-anak.

Baca juga: DKK Sebut di Kota Semarang Nol Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak

- Ads Banner -

“Yang heboh saat ini kita sebutnya gagal ginjal akut progresif atipikal. Biasanya terjadinya akut, kerusakannya cepat, kurang dari 14 hari. Dan itu tidak sesuai dengan gejala umumnya. Penyakit ini biasanya tanpa disertai masalah-masalah ginjal atau saluran kemih sebelumnya. Jadi terjadinya sangat cepat di dua minggu selah gejala awal,” ungkap Dokter Spesialis Anak RSUD Tugurejo Semarang itu.

Ia mengatakan, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan, penyakit yang menyerang anak-anak terjadi di rentang usia 0-18 tahun. Mengenai penyebabnya, ia sendiri pun belum bisa menentukan dan masih dilakukan investigasi.

Tapi menurutnya, kejadian yang terjadi di Gambia sesuai dengan notifikasi dari WHO, penyebabnya dimungkinkan dari kandungan EG dan DG yang berlebihan dari obat sirup. Sebab, kadungan tersebut adalah campuran pelarut sirup.

“Gejalanya berupa demam, gangguan buang air kecil, buang air kecil mulai berkurang, ada beberapa anak disertai batuk dan pilek. Intinya adalah berkurangnya buang air kecil pada anak, hal ini harus diberikan perhatian khusus,” katanya.

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Pada Anak Meningkat, Kenali Ciri dan Gejalanya

Ia pun mengaku siap menerima konsultasi dari masyarakat. Apabila masyarakat hendak bertanya terkait anak-anak, bisa menghubunginya lansung melalui link https://halodoc.page.link/NzMGQ95biA6ouFds7.

“Pencegahan saat ini yang terbaik, mengikuti imbauan Kemenkes tentang obat mana saja yang aman dikonsumsi, tidak membeli obat secara sembarangan, perlunya pengetahuan dalam pemberian obat, konsultasikan dengan spesialis anak dalam pemberian dosis obat yang tepat untuk anak,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler