31 C
Kudus
Sabtu, November 26, 2022
BerandaSOLOTemui Gibran, Serikat...

Temui Gibran, Serikat Pekerja Solo Minta UMK 2023 Naik 10 Persen

BETANEWS.ID, SOLO – Perwakilan dari Serikat Buruh atau Serikat Pekerja Kota Solo melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Rabu (19/10/2022). Mereka menyampaikan masukan kepada Gibran soal Upah Minimum Kota (UMK) Solo 2023.

Mereka mewakili Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Federasi Serikat Buruh Garment Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri (FSB Garteks).

Kepada awak media, Ketua KSPSI Wahyu Rahadi menyampaikan beberapa temuan hasil survei independen yang telah dilakukan pihaknya. Menurutnya, pihaknya ingin supaya 2023, UMK Solo jauh lebih baik.

Ketua KSPSI Wahyu Rahadi. Foto: Khalim Mahfur.
- Ads Banner -

Baca juga: 5 Serikat Pekerja di Solo Minta Bantuan Gibran untuk Sampaikan Protes Aturan JHT

“Kami sepakat, kami menolak penggunaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36. Kami sudah matur kepada Pak Wali, mohon kalau diperkenankan UMK tahun 2023 Solo yang moderatnya 10 persen, agar hajat hidup teman-teman Solo dapat terkaver dan bisa hidup layak,” papar Wahyu.

Ia menyebut, UMK dengan PP Nomor 36, sebenarnya sudah tidak ada pembahasan, lantaran pada peraturan tersebut sudah terdapat rumusnya.

“Kalau kita melihat dengan PP 36 sudah akan mati, karena seperti itu, nunggu kemudian SE dari Kemenaker yang akan menjelaskan di mana saja. Misalnya inflasi berapa, sehingga kemudian dari data itu sudah masuk di PP 36,” terangnya.

Jika hanya menggunakan peraturan tersebut, Wahyu menyebut, fungsi dewan pengupahan menjadi tidak ada, lantaran sudah ada di sana. Ketika rumus itu dipakai, hasil yang muncul berada di bawah inflasi.

“Maka kami anggap ini ada masalah, karena memang PP 36 ini kami tidak tahu asal usulnya hingga kemudian muncul rumus ini, yang efeknya adalah kenaikan akan selalu ada di bawah inflasi,” lanjutnya.

Ketika dihitung menggunakan rumus PP Nomor 36, Wahyu menyebut, hasilnya pasti di bawah 6 persen. Bahkan bisa sampai 4 hingga 5 persen.

“Sehingga tergerus beberapa. Kalau kita lihat, hari ini Jateng inflasi 6,4 yang disampaikan BPS, kan. Ada kemungkinan di bawah itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia telah berkomunikasi dengan Gibran tentang hal itu, sehingga tidak perlu adanya pengerahan massa. Ia mengatakan, dari awal ia sudah menyampaikan, bahwa pihaknya tidak akan menandatangani hasil dewan pengupahan jika masih tetap memakai instrumen PP 36.

“Beliau menyampaikan akan dilihat dulu, memang menyerahkan ke beliau. Apapun keputusannya, paling tidak hari ini kami sudah sowan, sudah matur apa yang menjadi rasan-rasan kami teman buruh yang ada di Solo,” lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, bahwa pihaknya akan mempertimbangkan hal itu selama satu bulan ke depan.

Baca juga: Ini Langkah Gibran Atasi Pengangguran di Solo yang Meningkat jadi 7,92 Persen

“Saya udah dapat angka – angkanya kok. Nanti kita tinggal tunggu hasil pertemuan yang dari kabupaten-kabupaten sekitar,” ujar Gibran.

Pihaknya juga akan mempertemukan para serikat pekerja dan penguasaha, sehingga ada solusi yang disepakati antara kedua belah pihak, sehingga tidak memberatkan pihak satu dan yang lainnya.

“Karena kan sekarang ada inflasi, kebutuhan-kebutuhan itu memang harus dipersiapkan. Ya nanti dilihat aja ya, pokonya pasti ada pertemuan selanjutnya, angkanya kami paparkan, wes tunggu sebulan ya,” tandas Gibran.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,334PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler