BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Alfa Shoofa Batik Kudus mengadakan kegiatan membatik bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Batik Alfa Shoofa yang berada di Jalan Sudirmono Nomor 178, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Di sana, beberapa orang tampak dengan telaten menggoreskan malam dengan canting pada kain putih yang telah diberi pola. Di antara para pembatik, salah satunya ialah Ummu Asiyati (60), Pemilik Alfa Shoofa Batik Kudus.

Baca juga: Alfa Shoofa Punya Belasan Corak Batik Khas Kudus yang Cocok untuk Berbagai Acara
Ummu menuturkan, dalam memperingati Hari Batik Nasional, ia mengadakan kegiatan membatik bersama pada kain sepanjang 10 meter. Ia mengajak 20 karyawannya untuk berpartisipasi dalam proses membatik. Mulai dari membuat motif, mencanting hingga mewarnai.
Batik yang dibuat sepanjang 10 meter itu bertulisan kalimat, “Batik Kudus Adalah Batik Indonesia. Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan. Ayo Pakai Batikmu!”.
“Membatik bersama ini menggunakan kain sepanjang 10 meter dengan melibatkan sekitar 20 karyawan. Di dalamnya, batiknya kombinasi antara batik tulis dan batik cap. Karena memang di workshop kami ini memang mengerjakan batik dengan dua teknik tersebut,” jelasnya kepada Betanews.id.
Masih kata Ummu, motif batik yang dimunculkan yakni motif batik Indonesia yang dikolaborasikan dengan motif Kudusan. Untuk motif batik cap berupa banji isen yang dipadukan dengan motif beras kecer dan motif buah parijoto. Sedangkan untuk motif batik tulis, seperti, motif kupu-kupu parijoto dan motif bunga dahlia dengan buah parijoto.
“Motifnya Batik Indonesia dikolaborasikan dengan motif Kudusan. Untuk motif tulis, menggunakan canting, kita bikin sesimpel mungkin, karena 10 meter. Motifnya kebanyakan buah parijoto karena yang sangat terkenal di Kudus buah parijoto, apalagi baru kemarin diresmikan,” tuturnya.
Baca juga: Peringati Hari Batik, Pelajar di Kudus Belajar Membatik di Batik Alfa Shoofa
Ummu menerangkan, kegiatan membatik bersama ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta pada generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia berupa batik. Serta memperkenalkan kebudayaan yang dimiliki Kudus, yang dituangkan dalam batik.
“Kegiatan ini sebetulnya untuk menarik perhatian anak muda, agar mereka mau mewarisi dan cinta terhadap warisan budaya batik Indonesia. Selain itu juga saya sering membuat motif batik yang tidak banyak motifnya, karena kebanyakan anak muda tidak terlalu suka yang penuh motif,”pungkasnya.
Editor: Kholistiono

