31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaKUDUSPeringati Hari Batik,...

Peringati Hari Batik, Pelajar di Kudus Belajar Membatik di Batik Alfa Shoofa

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah 11 orang siswa mengikuti kegiatan pelatihan membatik di Alfa Shoofa Jalan Raya Barat Gribig Nomor 178, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. Kegiatan yang digelar selama dua hari sejak Rabu (30/9/2020) tersebut untuk memperingati Hari Batik Nasional.

Satu di antara siswa yang mengikuti pelatihan yakni Mega Diani Pujiati (13). Siswa SMPN 2 Gebog itu mengaku senang bisa belajar membatik. Karena menurutnya, selama ini dirinya merasa bosan belajar daring di rumah.

“Senang bisa belajar membatik di sini. Karena selama ini belajar daring di rumah saja,” tuturnya, Kamis (1/10/2020).

- Ads Banner -

Menurut Mega, belajar membatik dapat sekaligus ikut serta dalam melestarikan batik sebagai warisan nusantara. Selain itu, dirinya juga merasa beruntung dapat mengenal batik tidak hanya dari luarnya saja, melainkan juga dari cara membuatnya.

“Yang paling sulit itu menggerakkan cantingnya. Masih belum terbiasa,” jelasnya.

Baca juga: Melihat Keseruan Anak Berkebutuhan Khusus Membatik di Muria Batik Kudus

Sementara itu, Pemilik Batik Alfa Shoofa Ummu Asiyati menuturkan, dalam peringatan hari batik yang jatuh tanggal 2 Oktober 2020, pihaknya mengundang para pelajar untuk belajar cara membatik. Menurutnya, generasi muda harus mengerti tentang batik, mulai dari proses mencanting hingga pewarnaan.

“Kami mengajarkan teori, lalu mempraktekkannya. Sehingga anak-anak itu paham bagaimana membuat batik,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya mengenalkan batik tulis dimulai dari teknik dasarnya. Yakni siswa harus bisa menggunakan canting dan membentuk pola pada sketsa yang sudah dibuat.

“Iya ada yang tidak rata, masih bolong. Tapi ada juga yang sudah bagus hasilnya karena bisa membatik,” jelasnya.

Baca juga: Flora dan Fauna Khas Muria Jadi Motif Batik yang Keren di Batik Manjing Werni

Asiyati mengungkapkan, dalam kegiatan belajar membatik, dirinya membatasi perserta maksimal 11 orang saja. Hal tersebut karena protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, peserta juga harus mengenakan masker dan mengatur jarak. Menurutnya, sebelum pandemi pihaknya bisa menerima peserta hingga 100 orang. Kegiatan tersebut juga dilakukan setiap pekannya.

“Banyak yang tadinya berencana mau datang, tapi dibatalkan. Namun ada juga yang pending,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler