Melihat Keseruan Anak Berkebutuhan Khusus Membatik di Muria Batik Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Raqilla Yazdan (12) terlihat serius menggerakkan canting untuk membuat pola batik pada kain putih. Dia tampak hanya diam, namun mengikuti semua arahan dari pendampingnya. Yazdan, merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Rumah Terapi ABK Darul Fathonah (Dafa) Kudus.

Tampaknya, Yazdan tertarik membatik dengan menggunakan canting. Dia terus membubuhkan lilin cair dengan pola yang sudah tergambar menyerupai gambar Menara Kudus. Setelah membentuk gambar Menara Kudus secara sempurna, hasil karyanya diperlihatkan kepada setiap orang yang ditemuinya.

Anak-anak Berkebutuhan Khusus sedang diajari membatik di Muria Batik Kudus. Foto: Imam Arwindra

Baca juga : Muria Batik Kudus Produksi dan Bagikan Masker Batik Secara Gratis

-Advertisement-

Dalam kegiatan Peringatan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober, Yazdan tidak sendiri. Dia ditemani sembilan ABK lainnya membuat batik di Muria Batik Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus. Menurut Yazdan, dirinya merasa senang bisa berlatih membuat batik. Dia mengaku baru pertama ini belajar membatik.

“Hari ini senang bisa membatik Menara Kudus. Terima kasih. Selamat Hari Batik,” tutur anak penyandang autis tersebut.

Pendamping Rumah Terapi ABK Darul Fathonah (DAFA) Kudus Heni Mustikaningati (35) menuturkan, dalam kegiatan peringatan Hari Batik Nasional, pihaknya ingin mengenalkan cara membuat batik kepada ABK. Menurutnya, hal tersebut sangat diperlukan agar bisa menggali potensi yang dimiliki para ABK ini.

“Selain memperkenalkan batik, terutama batik Kudus. Kami ingin menggali potensi mereka,” tuturnya saat ditemui di Muria Batik, Jumat (2/9/2020).

Selain itu, lanjut Heni, membatik juga akan melatih motorik pada anak-anak. Selanjutnya, juga akan melatih konsentrasi saat menggerakkan canting menjadi pola gambar.

“Bukan berarti kalau anak berkebutuhan khusus mereka tidak punya potensi. Saya yakin dan meyakini mereka punya potensi. Kalau tidak kami gali, tidak kita kenalkan, kami tidak pernah tahu dan tentu tidak pernah muncul,” jelasnya yang memiliki anak didik sejumlah 40 orang.

Dalam kegiatan membatik, kata Heni, anak didiknya yang berjumlah 10 orang tersebut sangat antusias. Terlebih para ABK tersebut baru pertama kali menemui canting dan malam.

“Tadi ada yang sampai memegang canting kepanasan. Responnya sangat bagus sekali. Mereka pasti senang,” tambahnya.

Baca juga : Yuliati Warno, Kenalkan Ragam Corak Batik Khas Pati Hingga Mancanegara

Sementara itu, Pemilik Batik Muria Dimas Andre Santoso mengaku senang pada momen Peringatan Hari Batik Nasional bisa mengajarkan membatik kepada ABK. Walaupun memiliki keterbatasan, anak-anak hebat tersebut bisa membatik mulai dari membuat skema pola hingga mencating. Dikatakan Andre, para ABK tersebut membuat pola Kudusan seperti motif Menara Kudus dan Parijoto.

“Mereka sangat senang dan antusias. Meski serba terbatas, mereka tetap semangat dalam belajar membatik. Semoga bermanfaat dan Selamat Hari Batik,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER