31 C
Kudus
Kamis, November 26, 2020
Beranda Fashion Flora dan Fauna...

Flora dan Fauna Khas Muria Jadi Motif Batik yang Keren di Batik Manjing Werni

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat sedang menggoreskan malam dengan canting pada sebuah kain. Mereka tampak begitu telaten menggambar motif mengikuti pola yang telah dibubuhkan sebelumnya di kain warna putih tersebut. Di sisi lain, seorang pria paruh baya terlihat mengawasi dan memastikan pembuatan batik tulis itu sesuai dengan keinginannya. Dia adalah Teguh Budi Wiyono (46), Owner Batik Kudus Manjing Werni.

Ditemui di tempat produksinya itu, Teguh berbagi kisah bisnis batik yang mengangkat flora dan fauna Pegunungan Muria sebagai motif tersebut. Dia mengatakan, usaha batiknya dirintis pada Oktober 2014 setelah pendirian Desa Wisata Colo. Dengan adanya rintisan desa wisata itu, dia bersama tiga temannya kemudian punya impian untuk membuat batik motif khas Muria.

Teguh sedang mengecek tiga pembatik yang sedang menggambar motif batik di Batik Kudus Manjing Werni. Foto: Kaerul Umam.

Dalam perjalanannya, mereka kemudian beberapa kali mengikuti pelatihan pembuatan batik di berbagai daerah. Di antaranya, pelatihan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah di Solo yang diikuti dua kali di 2014. Dari ikut pelatihan itulah pesanan datang untuk pertama kalinya dari Dinas Perhubungan Kudus.

“Setelah pelatihan batik kedua di Solo itu, saya mendapat pesanan pertama dari Dinas Perhubungan Kudus, yang harganya Rp 400 ribu untuk satu kain. Saya juga pernah mengikuti beberapa kejuaraan desain batik di tingkat provinsi dan menyabet juara satu hari jadi Kota Semarang, juara dua dekranasda, dan juara 3 di Jepara,” ujarnya. Senin (21/9/2020).

Baca juga: Tere Batik, Usung Motif Ikon Kudus dan Kearifan Lokal dengan Warna Ceria

Dari situ, Teguh kemudian memantapkan hati untuk mengangkat flora dan fauna Pegunungan Muria sebagai ciri khas batiknya. Menurutnya, Pegunungan Muria merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan untuk anak dan cucu nanti. Cara yang dia gunakan untuk ikut gerakan tersebut adalah mengenalkan tumbuhan dan hewan khas Muria dalam bentuk motif batik.

“Motif di Manjing Werni meliputi parijoto, kopi, gedang byar, delima, anggrek, macan Muria, burung plontang, burung pleci, dan elang Jawa,” beber warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu.

Tak hanya itu, dia juga menerima pesanan batik dengan motif yang eksklusif sesuai pesanan pelanggan. Jadi konsumen bisa meminta dibuatkan motif sesuai keinginan dan akan diproduksi sesuai permintaan.

“Semua motif itu, lanjut Teguh, pembuatannya membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk siap jual, tergantung motif dan banyaknya warna,” jelasnya.

Baca juga: Tampil Modis Dengan Batik Benang Raja, Harganya Mulai Rp 15 Ribu, Lho

Selama ini, Batik Kudus Manjing Werni lebih banyak dipasarkan dari mulut ke mulut dan akses pertemanan di berbagai daerah. Dari  model pemasaran itu, kain batiknya itu sudah dikirim ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Semarang, Rembang, dan beberapa daerah lain.

“Kirasan harga batik yang ditawarkan cukup terjangkau mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 1,5 juta tergantung motif dan ukuran kain,” terang Agus.

Selain itu, Batik Kudus Manjing Werni juga bekerjasama dengan Madrasah Aliyah Raden Umar Said untuk pembelajaran batik tulis dari tahun 2015 hingga sekarang. Sebagian orang yang dipekerjakan juga dari sekolah tersebut.

“Dari awal orientasi saya bukan untuk mencari uang, melainkan untuk mengedukasi dan mengajarkan warga Desa Colo dan sekitarnya untuk belajar batik tulis. Maka dari itulah saya tidak menargetkan penjualan batik ini,” tegasnya.

Baca juga: Yuliati Warno, Kenalkan Ragam Corak Batik Khas Pati Hingga Mancanegara

Dirinya berharap, batiknya itu makin dikenal masyarakat Kudus dan tanah kelahirannya itu bisa berjaya menjadi kota batik. Sebab, dahulu pada 1920 hingga 1940 pernah berjaya menjadi kota batik yang terkenal setelah Batik Pekalongan.

“Selain ikut melestarikan flora dan fauna Pegunungan Muria, saya juga ingin Batik Kudus kembali Berjaya,” pungkas Teguh.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,184FansSuka
13,973PengikutMengikuti
4,306PengikutMengikuti
23,029PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

UMK Eks Karesidenan Pati, Rembang Terendah Kudus Tertinggi

BETANEWS.ID, MAGELANG - Upah Minimum Kabupaten (UMK) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020. Kenaikannya bervariasi mulai dari...

Awalnya Hanya Hobi Ternak Ikan Guppy, Gankzoe’s Malah Mampu Ekspor

BETANEWS.ID, KUDUS - Di ruangan sebuah rumah yang berada di RT 8 RT 3 Gang Sendrong, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten...

Pesona Pasir Putih Pantai Blebak Jepara yang Begitu Memikat

BETANEWS.ID, JEPARA – Semilir angin dari barisan pohon pinus menemani beberapa anak kecil bermain air di Pantai Blebak, Rabu (28/10/2020). Di bawah...

Perabotan Berbahan Kaca dan Alumunium di Tri Jaya Glass Ada Garansi 1 Tahun

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Kudus-Purwodadi, Desa Undaan Lor, Gang 5, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tampak beberapa orang sedang beraktivitas di...

Jembatan di Desa Kayen Pati Ambruk Diterjang Banjir

BETANEWS.ID, PATI - Siang itu, Selasa (24/11/2020) di Dukuh Carikan, RT 4 RW 3, Desa/Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati terlihat banyak warga yang...

Masa Depannya Buram Saat Kerja di Pabrik, Wahyu Kini Sukses Jualan Ban Motor

BETANEWS.ID, KUDUS - Di dalam sebuah bangunan yang berada di tepi Jalan Cipto Kusumo, Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak...

Setiap Hari Ratusan Orang Menikmati Sedapnya Nasi Gandul Pak Harjo yang Legendaris

BETANEWS.ID, PATI - Di tepi Jalan Diponegoro, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, terlihat sebuah warung makan yang ramai  pengunjung. Beberapa orang...