BETANEWS.ID, DEMAK – Wanita itu tampak sibuk melayani pembeli yang ingin menikmati makanan buatannya. Terlihat beberapa remaja sedang memesan menu dan mengambil nasi yang disediakan di atas meja. Wanita tersebut adalah Sulastri (53), Pemilik Lesehan Dapur Simbok.
Di sela-sela aktivitasnya, Sulastri menceritakan kisah awal mulai ia merintis Lesehan Dapur Simbok yang berdiri sejak 17 Oktober lalu. Katanya, ia tertarik dengan bisnis makanan lantaran kegemarannya yang hobi kulineran. Ia pun mencoba membuka peluang usaha yang berada di Jalan Diponegoro, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Baca juga: Banyak Kejadian di Luar Nalar hingga Harus Pindah-Pindah, Ini Cerita Joshua Rintis Usaha Bakmi
“Saya emang hobinya kulineran, jadi coba lah buka usaha makanan, barangkali bisa berkembang. Namanya juga usaha, terkadang tidak menentu, ada pasang surutnya. Tapi saya lebih mementingkan prosesnya daripada hasil, dinikmati dulu, dengan modal terbatas dan saya bisa berkembang,” katanya pada betanews.id, Rabu (19/10/2022).
Memilih konsep prasmanan, lanjut Sulastri, lantaran melihat resto berkonsep ambil makan sepuasnya yang tidak disertakan harga jelas pada setiap menunya. Ia kemudian membuat Lesehan Dapur Simbok dengan memiliki daftar menu dengan harga, sehingga pembeli bisa menyesuaikan jumlah budget yang dimilikinya.
“Saya itu lihat di Demak, kalau prasmanan itu biasanya kan cuman sayur dan saat kita ambil kan kita tidak tahu harga-harganya, tahu-tahu mahal. Jadi saya kasih harganya, nanti tergantung kantong pembeli, di sini dijamin terjangkau lah,” imbuhnya.
Memberi nama Dapur Simbok, Sulastri menerangkan terinspirasi dari bahasa asal daerahnya Sukoharjo. Kata Simbok jika diartikan memiliki makna ibu, sehingga masakan prasmanan di Lesehan Dapur Simbok difilosofikan mempunya cita rasa masakan rumah.
“Saya kan dari Sukoharjo Solo, Dapur Simbok itu artinya simbok ya ibu. Jadi dapur ibu, masakan yang memiliki cita rasa kenikmatan masakan ibu di rumah,” terangnya.
Lesehan Dapur Simbok memiliki 24 menu yang beragam, mulai dari ayam geprek, ikan manyung, panggang petek, mi tek tek, dan lain-lain. Dengan harga mulai Rp 7-40 ribu, pembeli dapat makan sepuasnya dengan tambahan sayur gratis.
Baca juga: Kisah Owner Awkulit, Merintis Bisnis Kulit Ayam Krispi dari Dapur Rumah
“Tidak hanya masakannya yang enak, desainnya juga sengaja dibuat kekinian, agar diharapkan pengunjung nyaman ketika menikmati makanan. Tempatnya juga bersih, kalau saya memang mengedepankan kebersihan jadi tidak jorok,” jelasnya.
Wanita yang tinggal di Purnawirawa Griya I, Mangunjiwan, Demak ini berharap, usaha ke depannya dapat berjalan sukses. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan, bagi siapa saja yang membutuhkan.
“Diharapakan Dapur Simbok bisa sukses, kita bisa merekrut karyawan jika tempat semakin ramai. Kita juga bisa membantu orang mendapatkan kerja di tempat saya,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

