Iseng Jualan Bubur Ayam Jakarta Karena di Kudus Belum Banyak, Ternyata Kini Laris Manis

BETANEWS, KUDUS – Pagi itu, seorang pria tampak sibuk melayani pembeli yang ingin menikmati bubur ayam buatannya. Dengan gerobak bertuliskan ‘Bubur Ayam Jakarta’ yang berada di pinggir jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak ramai pembeli yang hendak sarapan.

Sembari beristirahat, pria bernama Leonardo Rahardjo (23) menceritakan kepada betanews.id awal mula ia berjualan bubur ayam Jakarta. Ia mengatakan, terjun dalam bidang kuliner lantaran ingin membantu orang tuanya. Leonardo yang juga menjadi tenaga lepas ini, membagi waktunya setiap pagi untuk membuka lapak bubur ayam milik ibunya.

Lapak penjualan bubur ayam Jakarta di jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Bisnis Truk Terimbas Pandemi, Rika Nekat Jual Bubur Ayam yang Kini Sudah Punya Dua Outlet

-Advertisement-

“Sebenarnya yang buka usaha orang tua, saya cuma bantu sembari freelance bikin flayer, poster, web desain juga,” kata pria yang tinggal di Singocandi, Gang Nanas, RT 7 RW 2 Kecamatan Barongan, Kabupaten Kudus.

Menjadi anak tunggal, lanjut Leonardo, ia merasa tidak tega jika membiarkan ibunya berjualan sendiri. Semenjak bapaknya meninggal, ia memutuskan untuk mengambil alih dan tidak memiliki niatan mempekerjakan karyawan.

“Dulu bertiga sama papah, semenjak Covid-19, papah sudah meninggal, jadinya berdua. Saya anak tunggal, tidak tega orang tua kerja sendirian. Daripada bayar pegawai, mending tak bantu sendiri saja,” imbuhnya.

Lulusan Sarjana Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu menerangkan, awalnya membuka bisnis kuliner lantaran iseng. Melihat situasi di Kudus yang masih minim penjual bubur ayam, ia dan ibunya lalu membuka peluang ini pada tahun 2020.

“Saat itu bubur ayam di Kudus itu belum terlalu banyak, lalu kami iseng-iseng saja untuk bereksperimen jualan makanan, yang terpikir waktu itu jualan bubur ayam,” ujarnya.

Gerobak bubur ayam Jakarta yang buka setiap hari kecuali Rabu pukul 6.00-10.00 WIB ini, tidak pernah sepi dari pembeli. Hal itu lantaran bubur tersebut memiliki cita rasa yang gurih, enak, dan mudah dicerna. Ia bahkan mengungkapkan, pernah mendapatkan pembeli yang rela datang dari luar kota ke tempatnya untuk menikmati bubur ayam Jakarta.

“Pelanggannya pernah dari Jakarta, bahkan ada yang jauh-jauh ke sini pernah dari Bandung, Jepara,” terangnya.

Bubur ayam Jakarta yang terdapat toping irisan ayam goreng, cakue, kacang tanah, daun bawang, dan bawang goreng itu dihargai Rp 10 ribu per porsinya. Leonardo menjelaskan, dalam sehari ia dapat menghabiskan 60-80 mangkok. Hal itu dapat berjumlah lebih saat hari Minggu mencapai 120-150 porsi bubur ayam.

Baca juga: Saking Larisnya, Saat Awal Rika Jual Bubur Ayam, Pembeli Rela Menunggu Meski Belum Buka

“Pas awal buka bisa dapat 60-80 an porsi gitu sampai sekarang. Kalau pas hari Minggu bisa lebih, rata-rata 120-150 porsi,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Leonardo juga sering mendapatkan pesanan orderan dari pelanggannya. Ia menuturkan kerap membungkuskan 45 porsi untuk acara panti jompo dan rapat kantor.

“Pernah dipesan untuk katering, panti jompo paling banyak 45 porsi dan acara makan pagi untuk rapat kantor,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER