31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaSejarahMbah Rogo Moyo,...

Mbah Rogo Moyo, Pencipta Rumah Joglo Pencu Tumpang Songo yang Jadi Rumah Adat Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Adanya Kirab Budaya dalam Rangka Haul Mbah Rogo Moyo yang berada di dukuh Prokowinong,  merupakan bagian dari pelestarian sejarah dan budaya di Kudus. Menurut tokoh masyarakat Dukuh Prokowinong, Zunahah (54) Mbah Rogo Moyo merupakan tokoh agama yang menyebarkan agama Islam di daerah Kaliwungu khususnya di Dukuh Prokowinong.

“Mbah Rogo Moyo awalnya penderek dari pangeran Diponegoro,” jelasnya kepada betanews.id, Kamis (11/8/2022).

Setalah Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda, Mbah Rogo Moyo inilah yang melanjutkan penjuangan dalam menyebarkan agama Islam dan sampailah ke Dukuh Prokowinong.

- Ads Banner -

Baca juga: Ribuan Peserta Meriahkan Kirab Budaya Haul Mbah Rogo Moyo

“Inilah cikal bakal di Dukuh Prokowinong memberi penghormatan dan ngalap berkah dengan mengadakan haul atau doa untuk Mbah Rogo Moyo,” tuturnya.

Selain menyebarkan ajaran agama Islam, Mbah Rogo MOyo juga yang membuat rumah adat Kudus yang disebut Pencu Tumpang Songo. Songo yang artinya sembilan ini melambangkan penyebar ajaran Islam di Jawa adalah wali songo (wali sembilan).

“Beliaulah yang menciptakan rumah joglo pencu tumpang songo ini yang menjadi ikon di Kudus bahwa itu rumah yang berbeda dari yang lain, khususnya rumah kudusan,” ungkapnya.

Tak hanya rumah joglo yang kini menjadi rumah adat Kudus, terdapat pula peninggalan lain yaitu alat pertukangan berupa jongko (jangka) dan siku serta buku tentang pertukangan yang sampai saat ini belum ada yang bisa menerjemahkan.

Baca juga: Tradisi Tukar Sembako dengan Nasi Berkah di Buka Luwur Sunan Kedu

Ketika kirab budaya dalam rangka Haul Mbah Rogo Moyo terdapat kontingen yang membawa peninggalan dari beliau. Yaitu miniatur dari rumah joglo pencu tumpang songo, peralatan pertukangan dan buku pertukangan. Dimana hal tersebut adalah bentuk pelestarian sejarah sekaligus menunjukkan adanya  kreativitas warga.

“Jangan sampai lupa terhadap sejarah. Untuk itu desa desa berinisiatif untuk menampilkan dan sekaligus menumbuhkan kreativitas masyarakat dengan adanya kirab yang memberikan visual sejarah Mbah Rogo Moyo dan peninggalannya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Erna Safitri
Erna Safitri
Erna Safitri adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di IAIN Kudus Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler