31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Komunitas NAD Akan Luncurkan 10 Buku Jejak Kretek Nusantara

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara canda tawa terdengar di Omah Dongen Marwah (ODM) Kudus, Jumat (19/8/2022) malam. Belasan orang tampak bersantai di sana. Mereka tak lain adalah anggota komunitas Nulis Aja Dulu (NAD) yang akan menulis buku tentang Jejak Kretek Nusantara.

Sambil menunggu Djoko Herryanto, Master Product Developer PT Djarum yang akan memantik diskusi sejarah kretek dalam acara pembekalan tersebut, Irma Susanti Irsyadi (43), satu di antara tiga pendiri komunitas NAD, sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang acara itu.

Dalam acara tersebut mereka memberi pembekalan kepada 10 penulis yang akan menulis buku bertema Jejak Kretek Nusantara.

Baca juga: Bincang Filsafat Forum Kalen, Bongkar Filsafat Hidup ala Michael Henry

“Mereka adalah orang pilihan dari NAD akademi. Kami beri pelatihan selama empat bulan, mulai Agustus hingga Desember 2022 nanti. Dan masing-masing akan menghasilkan satu buku,” terang perempuan yang akrab disapa Irma itu.

Acara pembekalan tersebut akan berlanjut hingga Senin, dan ada tiga tempat yang akan mereka kunjungi, yakni Kudus, Temanggung, dan Wonosobo.

“Acara hari ini kunjungan lapangan ke Djarum, untuk riset penulisan. Rencana besok ke Temanggung, kemudian hari Minggu ke Wonosobo,” bebernya.

Irma menjelaskan, pihaknya memilih tema kretek karena belum banyak yang menyoroti hal tersebut, sehingga masih banyak yang bisa digali dari warna-warni tentang fenomena kretek.

“Kami percaya pada setiap fenomena tidak hanya hitam dan putih, tapi ada warna lain. Sebenarnya industri kretek sesuatu yang riskan, tapi industri ini mampu menghidupi jutaan orang. Jadi ada sisi-sisi yang belum tergali,” ungkap ibu empat anak itu.

Baca juga: Mengenal Forum Kalen, Komunitas Kaum Intelektual di Kudus

Agar target selesai di bulan Desember bisa tercapai, pihaknya sudah menyusun jadwal dan sejumlah orang yang siap mendampingi. Bulan pertama akan diberi materi. Selain itu juga ada mentor utama dan mentor tamu yang memberi pembekalan.

Bulan ke dua, akan mulai ke tahap penulisan. Saat proses penulisan akan ada target mingguan yang harus disetorkan kepada fasilitator untuk dikoreksi. Hingga bulan terakhir ia perkirakan draf sudah selesai. Kemudian pada bulan Januari atau Februari 2023 ditargetkan sudah selesai sebagai naskah.

“10 peserta ini merupakan anggota dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda. Di antaranya dari Jakarta, Bogor, Kupang dan Bangka. Peserta juga ada yang sedang sekolah di Amerika,“ pungkas perempuan yang tinggal di Bandung itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER