BETANEWS, PATI – Puluhan IKM dan UMKM mengikuti ajang Pragolo Pati Festival (PPF) 2022 yang digelar di Plaza Pragolo Pati. Satu di antara peserta tersebut adalah Deaffi (36), yang ikut memasarkan kerajinan Giant Flower buatanya.
Berada di stan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pati, ia turut menampilkan karyanya bersama dengan produk-produk lainnya.

Baca juga: Bunga Dekorasi Rumah dan Pengantin dari Giant Flower Ini Tembus Pasar Hong Kong
Deaffi mengatakan, Giant Flower saat ini masih dipasarkan secara online melalui Instagram @wdcollections2. Ia berharap dengan mengikuti pameran stan di Pragolo Pati Festival, penjualannya juga merambah secara offline.
“Semoga bisa memasarkan secara offline, karena saya agak kesusahan pemasaran secara offline selama ini. Kalau online alhamdulillah lancar,” katanya pada betanews.id di Plaza Pragolo, Jumat (5/8/2022).
Ia bercerita, membuat Giant Flower lantaran hobi. Sejak 2014 lalu, ia mulai mencoba bisnis kerajinan bunga berbahan kain dan mulai merambah kain organza pada Agustus 2021.
“Orderan pertama Giant Flower itu bulan Agustus 2021 sampai sekarang. Kalau usahanya 2014, sedangkan Giant Flower tahun 2021. Sebelumnya juga buat dari bunga-bunga tapi dari kain. Sekarang pakai kain organza,” imbuhnya.
Membuat Giant Flower, Deaffi menerangkan, ia membutuhkan beberapa bahan dan alat, di antaranya kain organza, terus kawat stoking, lampu, mutiara, pola, soldier, lem tembak, dan gunting. Ia mengaku bahkan telah menghasilkan ratusan kerajinan.
“Awalnya bikin bunga dari kain waktu itu, emang untuk bikin konten di YouTube tutorial. Nah ada salah satu fotografer dari luar Jawa minta pesen bunga dari bahan organza, tapi ukurannya besar, kan belum pernah bikin, terus tak coba upload Facebook, Instagram lama-lama banyak order sampai sekarang bisa ratusan,” terangnya.
Baca juga: Melihat Geliat Usaha Ronce Bunga Melati di Muntilan, Kewalahan saat Musim Manten
Giant Flower dengan ukuran 1,5 meter, katanya ia jual dengan harga yang beragam. Deaffi menjelaskan, kerajinannya dijual mulai kisaran harga Rp 250-475 ribu per standing.
“Kalau yang bentuk topi sama standing harganya Rp 250 ribu, terus yang Peoni Rp 475 ribu, tingginya 1,5 meter,” jelasnya.
Pelanggan Giant Flower buatan Deaffi, katanya, tidak hanya dari kalangan lokal saja, banyak juga sampai luar Jawa. Di antaranya Gorontalo, Kalimantan, Palembang dan Batam.
Editor : Kholistiono

