BETANEWS.ID, KUDUS – Pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif seorang ibu terhadap anaknya terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Sebab pemberian ASI esklusif itu sangat penting untuk tumbuh kembang dan kesehatan bayi, termasuk untuk pencegahan stunting.
Hal itu diungkap oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo dalam seminar tentang pentingnya pemberian ASI ekskusif pada Pekan ASI Sedunia 2022 di @Hom Hotel Kudus. Di depan para peserta, Mawar Hartopo menjelaskan berbagai manfaat ASI dari pengalamannya menjadi seorang ibu.

Baca juga: 2.747 Balita di Kudus Alami Stunting
“ASI itu sangat penting peranannya dalam tumbuh kembang sang buah hati. Kandungan nutrisi ASI sangat lengkap dan tak tergantikan, serta mampu mencegah risiko penyakit tertentu, termasuk pencegahan stunting,” ujar Mawar Hartopo kepada awak media, Selasa (16/8/2022).
Selain itu, lanjutnya, pemberian ASI eksklusif juga ada nilai lebih dari segi ekonomi. Sebab dengan pemberian ASI, orang tua tidak perlu lagi membeli susu formula.
“Jadi dampak pemberian ASI itu sangat luar biasa. Dari segi nutrisi, manfaatnya jelas tak ada bandingannya. Dari segi ekonomi, tidak perlu beli susu formula yang mahal,” bebernya.
Tak lupa, ia pun mengingatkan para ibu agar menkonsumsi makanan yang bergizi. Tujuannya agar kandungan nutrisi ASI tetap terjaga dengan baik.
“Diperbanyak konsumsi sayur dan buah saat menyusui itu sangat bagus,” tandasnya.
Dengan banyaknya manfaat ASI ekslusif tersebut, Mawar Hartopo mengimbau para ibu di Kudus untuk tak segan memberikan ASI kepada bayinya dan jangan takut badannya jadi kendor setelah memberikan ASI ekslusif.
“Terutama bagi ibu muda dan berkarir, sesibuk apapun pokoknya harus berikan ASI ekslusif pada bayinya. Jangan takut payudara kendor, sekarang juga kan di bidang kecantikan sudah oke untuk memulihkan itu,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Nuryanto menyampaikan, bahwa seminar pekan ASI menjadi bagian upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) angka kematian bayi (AKB) dan stunting di Kota Kretek.
Jumlah peserta ada 120 orang yang sebagian besar perempuan yang diedukasi akan pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi isi 0-6 bulan. Dengan ASI eksklusif, diharapkan tumbuh generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing.
“ASI sangat penting menciptakan generasi emas yang unggul, menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dalam bonus demografi Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Program Puskesmas Juwiring Klaten Ini Bisa Turunkan Stunting dari 13,38 Persen Jadi 6,3 Persen
Pihaknya mengimbau agar edukasi dari kegiatan ini dapat diteruskan kepada keluarga dan seluruh masyarakat. Maka dari itu, Dinas Kesehatan Kudus menggandeng seluruh stakeholder dari berbagai organisasi wanita di Kudus sebagai peserta.
“Ini kita melaksanakan kegiatan promotif dan prefentif dari hulu sampai hilir. Kita sampaikan sesuai rekomendasi WHO untuk ASI eksklusif selama enam bulan dan bisa dilanjutkan dengan ASI sampai balita usia dua tahun,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

